Ironi Inggris, Dulu Ikut Membentuk Negara Israel, Kini Akui Kemerdekaan Palestina

Kamis, 25 September 2025 - 05:05 WIB
loading...
Ironi Inggris, Dulu...
Inggris dulu ikut membentuk negara Israel, kini mengakui Palestina. Foto/X/@DhaouadiLiberta
A A A
LONDON - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan keputusan Inggris untuk secara resmi mengakui negara Palestina lebih dari 100 tahun setelah Deklarasi Balfour mendukung "pembentukan tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina". Itu dilakukan 77 tahun setelah pembentukan Israel di Mandat Inggris atas Palestina.

"Menghadapi kengerian yang semakin meningkat di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup," kata Starmer dalam sebuah pernyataan video, dilansir Al Jazeera.

Ironi Inggris, Dulu Ikut Membentuk Negara Israel, Kini Akui Kemerdekaan Palestina

1. Inggris Ingin Israel Menghentikan Perang di Gaza

Pemerintah Inggris mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka akan mengubah pendekatan lamanya untuk menunda pengakuan hingga saat yang dianggap memberikan dampak maksimal – kecuali Israel menghentikan perang genosida di Gaza, berkomitmen pada proses perdamaian berkelanjutan jangka panjang yang menghasilkan solusi dua negara, dan mengizinkan lebih banyak bantuan ke wilayah kantong tersebut.

Namun, situasi bencana di Gaza justru semakin memburuk secara signifikan selama beberapa minggu terakhir, karena militer Israel terus menghancurkan Kota Gaza secara sistematis untuk merebutnya, sembari terus membuat penduduk daerah kantong tersebut kelaparan dan mengungsi.

Serangan harian oleh tentara Israel dan serangan oleh para pemukim juga terus berlangsung di seluruh Tepi Barat yang diduduki, dengan Israel memajukan rencana untuk mencaplok wilayah Palestina dan "mengubur" gagasan negara Palestina yang bersebelahan dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kotanya.

Langkah bersejarah ini muncul ketika Kanada, Australia, dan Portugal juga secara resmi mengakui kenegaraan Palestina dua hari sebelum dimulainya sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA), yang akan menyoroti kedaulatan Palestina setelah puluhan tahun pendudukan dan apartheid oleh Israel.

Starmer telah menjanjikan tindakan lebih lanjut untuk memberikan sanksi kepada tokoh-tokoh senior dalam kepemimpinan Hamas dalam beberapa minggu mendatang dan menekankan bahwa kelompok tersebut tidak akan memiliki peran apa pun dalam masa depan Palestina.

Ia juga menggarisbawahi bahwa langkah untuk mengakui negara Palestina tidak akan membuat Hamas semakin berani, yang ia gambarkan sebagai "organisasi teroris brutal yang ingin melihat Israel dihancurkan".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved