Apakah Jepang Takut dengan AS hingga Tak Mau Akui Negara Palestina?

Rabu, 24 September 2025 - 12:18 WIB
loading...
Apakah Jepang Takut...
Latihan militer gabungan Jepang/AS di kaki Gunung Fuji, Prefektur Shizuoka, Jepang pada 15 Maret 2022. Foto/David MAREUIL/Anadolu Agency
A A A
TOKYO - Jepang dikenal sebagai salah satu negara demokrasi maju yang memiliki pengaruh besar dalam bidang ekonomi, teknologi, dan diplomasi internasional. Namun, hingga saat ini, Jepang belum secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah keputusan Jepang semata-mata karena pertimbangan diplomatiknya sendiri, ataukah ada faktor tekanan, khususnya dari Amerika Serikat, yang dikenal sebagai sekutu utama Jepang?

Untuk memahami hal ini, kita perlu menelusuri dinamika hubungan Jepang-Amerika, posisi Jepang dalam isu Timur Tengah, serta kepentingan ekonomi, politik, dan keamanan yang memengaruhi kebijakan luar negeri Jepang.

1. Hubungan Jepang dan Amerika Serikat Pasca-Perang Dunia II


Sejak Jepang kalah pada tahun 1945, posisi Jepang dalam percaturan global sangat dipengaruhi oleh Amerika Serikat. Jepang dipaksa meninggalkan militerisme dan mengganti strategi nasionalnya dengan fokus pada pembangunan ekonomi.

Sebagai gantinya, Amerika Serikat menjanjikan perlindungan militer melalui perjanjian keamanan (US-Japan Security Treaty). Dengan kondisi ini, Jepang tidak bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang Amerika dalam kebijakan luar negerinya, termasuk dalam isu Palestina.

Amerika Serikat selama beberapa dekade memegang posisi pro-Israel yang kuat. Oleh karena itu, Jepang yang sangat bergantung pada AS dalam bidang keamanan otomatis harus berhati-hati agar tidak berseberangan dengan kebijakan Washington.

Apalagi, Jepang masih memiliki trauma sejarah akibat perang, sehingga ketergantungan pada AS seakan menjadi “jaminan eksistensi”.

2. Ketergantungan Jepang pada AS dalam Bidang Militer dan Keamanan


Konstitusi Jepang, terutama Pasal 9, membatasi Jepang untuk tidak memiliki militer ofensif. Jepang hanya memiliki Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces) dengan fungsi pertahanan.

Konsekuensinya, jika Jepang menghadapi ancaman, maka aliansi dengan AS sangat vital. Tanpa dukungan militer AS, Jepang berisiko rapuh, terutama di tengah ketegangan regional dengan Korea Utara, China, dan isu Laut China Timur.

Ketergantungan ini menciptakan keterikatan psikologis maupun politis: Jepang sulit membuat keputusan besar dalam kebijakan luar negeri yang bertolak belakang dengan AS. Maka ketika AS jelas berpihak pada Israel, Jepang tidak mungkin mengambil langkah drastis dengan mengakui Palestina.

3. Posisi Amerika Serikat dalam Konflik Israel-Palestina


Amerika Serikat merupakan pendukung utama Israel, baik dari sisi militer, politik, maupun ekonomi. Israel dianggap sekutu strategis di Timur Tengah.

Dukungan AS kepada Israel tidak hanya konsisten, tetapi juga agresif, sehingga negara-negara sekutu AS cenderung berhati-hati dalam menyuarakan dukungan eksplisit kepada Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Berita Terkini
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved