Prancis Resmi Akui Negara Palestina, Israel Makin Murka

Selasa, 23 September 2025 - 07:10 WIB
loading...
A A A
"Lebih mudah datang ke sini dan berpidato, berfoto, merasa mereka sedang melakukan sesuatu. Tapi mereka tidak mempromosikan perdamaian. Mereka mendukung terorisme," ujarnya kepada para wartawan.

Amerika Serikat, pendukung diplomatik dan militer penting Israel, telah gagal mendesak sekutu-sekutunya untuk membatalkan rencana pengakuan Negara Palestina, di mana Presiden Donald Trump mengatakan bahwa sebuah negara hanya dapat terwujud melalui negosiasi.

"Terus terang, dia yakin ini adalah hadiah bagi Hamas," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt tentang pengakuan Negara Palestina.

"Jadi dia yakin keputusan-keputusan ini hanyalah omong kosong belaka dan belum cukup tindakan dari beberapa teman dan sekutu kita," ujarnya kepada para wartawan di Washington.

Jerman, meskipun lebih kritis daripada Washington terhadap tindakan Israel di Gaza, juga menjauhkan diri dari langkah Prancis dan Inggris dan tidak akan mengakui Negara Palestina.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan,"Solusi dua negara yang dinegosiasikan adalah jalan yang memungkinkan warga Israel dan Palestina hidup dalam damai, aman, dan bermartabat."

Agenda Utama PBB


Lebih dari 140 pemimpin dunia akan hadir di New York, tetapi tidak termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang ditolak visanya oleh otoritas AS, sehingga terpaksa hadir secara virtual.

Israel mengatakan akan melewatkan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB soal Gaza pada hari Selasa karena Tahun Baru Yahudi, dan menyebut waktu tersebut "disesalkan".

Netanyahu pada hari Minggu menegaskan kembali posisinya bahwa tidak akan ada Negara Palestina dan berjanji untuk mempercepat pembangunan permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved