Situasi Geopolitik Memburuk, Putin: Rusia Siap Merespons Segala Ancaman

Senin, 22 September 2025 - 21:22 WIB
loading...
Situasi Geopolitik Memburuk,...
Presiden Rusia Vladimir Putin siapa merespons segala bentuk ancaman. Foto/X
A A A
MOSKOW - Rusia siap merespons ancaman apa pun. Itu ditegaskan kata Presiden Vladimir Putin. Dia menambahkan bahwa Moskow masih mendukung jalur diplomatik untuk meredakan ketegangan meskipun ada kebijakan destruktif Barat.

Berbicara menjelang pertemuan Dewan Keamanan pada hari Senin, Putin membunyikan peringatan terkait "bahaya ekstrem memburuknya situasi geopolitik lebih lanjut", terutama di tengah konflik Ukraina.

Ia menambahkan bahwa meskipun Rusia telah menawarkan "ide-ide spesifik" untuk memperbaiki arah ini, "peringatan dan inisiatif ini tidak mendapat tanggapan yang jelas."

"Tidak perlu diragukan lagi: Rusia mampu merespons ancaman apa pun yang ada dan yang baru muncul. Merespons bukan dengan kata-kata, tetapi melalui penerapan... langkah-langkah teknis militer," Putin memperingatkan, dilansir RT.

Ia menyoroti keputusan Moskow untuk membatalkan moratorium sepihak atas pengerahan rudal darat jarak menengah dan pendek bulan lalu, dan menyebutnya sebagai "langkah paksa" yang disebabkan oleh kebutuhan untuk melawan rencana pengerahan rudal buatan AS dan Barat lainnya di Eropa dan kawasan Asia-Pasifik.

Namun, Putin menekankan bahwa Rusia tidak tertarik untuk mengobarkan perang dan mengancam.

"Kami yakin akan keandalan dan efektivitas kekuatan pencegah nasional kami, tetapi pada saat yang sama kami tidak tertarik untuk meningkatkan ketegangan lebih lanjut atau memicu perlombaan senjata."

Ia menambahkan bahwa Rusia selalu memprioritaskan "metode politik dan diplomatik untuk menjaga perdamaian internasional, berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, keamanan yang tak terpisahkan, dan pertimbangan kepentingan bersama."

Baca Juga: 3 Alasan Spanyol Akui Palestina sebagai Sebuah Negara

Putin mengisyaratkan bahwa Moskow siap memperpanjang Perjanjian START Baru 2010, pakta pengendalian senjata terakhir antara Rusia dan AS, yang akan berakhir pada Februari.

Perjanjian ini membatasi masing-masing pihak untuk mengerahkan tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir strategis dan 700 sistem pengiriman, serta menyediakan inspeksi dan pertukaran data untuk memverifikasi kepatuhan.

Inisiatif ini, kata Putin, "dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi dialog strategis yang substantif dengan Amerika Serikat."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved