Iran Siapkan Kejutan jika AS dan Israel Lancarkan Agresi Baru

Senin, 22 September 2025 - 18:40 WIB
loading...
Iran Siapkan Kejutan...
Iran siapkan kejutan jika AS dan Israel lancarkan agresi baru. Foto/X
A A A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan musuh, khususnya Amerika Serikat dan Israel, bahwa setiap kesalahan perhitungan atau tindakan agresi baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons "mematikan". Itu menjadi bentuk keseriusan Iran dalam menghadapi ancaman agresi baru.

"Jika terjadi kesalahan perhitungan atau agresi baru oleh musuh, Republik Islam Iran akan mengambil inisiatif di medan perang dengan posisi komando dan memberikan respons mematikan lainnya," kata IRGC, dilansir Press TV.

Itu menandai dimulainya Pekan Pertahanan Suci yang memperingati ulang tahun perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran pada tahun 1980-an.

Dalam sebuah pernyataan, pasukan elit militer menekankan bahwa peringatan 45 tahun perang delapan tahun tersebut terjadi tak lama setelah agresi ilegal Israel-AS terhadap Iran, sebuah episode yang justru memperkuat persatuan nasional sekaligus mengungkap kegagalan rezim agresor dalam mewujudkan tujuan jahat mereka.

"Kekalahan musuh dalam dua perang yang dipaksakan..., dan kegagalan mereka dalam pertempuran keamanan, politik, ekonomi, psikologis, dan media yang bertujuan menciptakan kekacauan dan mendestabilisasi negara, menunjukkan bahwa bangsa Iran, melalui kewaspadaan, wawasan, dan persatuan suci, berdiri kokoh bagai benteng baja melawan perang hibrida musuh dan menggagalkan rencana mereka," tambahnya.

IRGC juga berjanji bahwa pasukan elit militer, bersama unit-unit lain dari Angkatan Bersenjata Iran, sedang meningkatkan kemampuan tempur, kekuatan ofensif dan defensif, serta kapasitas strategisnya.

"Pengalaman Republik Islam dalam pertahanan suci, baik selama perang yang dipaksakan Irak maupun agresi Israel-AS baru-baru ini, menunjukkan bahwa 'penangkalan efektif' berasal dari kesiapan yang konstan, inovasi strategis dan taktis, perencanaan operasional dalam pertempuran, serta kemajuan berkelanjutan teknologi dan sistem pertahanan dan militer," demikian pernyataan tersebut.

Pejabat tinggi militer Iran menggarisbawahi perlunya terus memperkuat kekuatan pertahanan dan kemampuan penangkalan terhadap ancaman.

Pada 13 Juni, Israel melancarkan agresi yang terang-terangan dan tanpa alasan terhadap Iran, yang memicu perang 12 hari yang menewaskan sedikitnya 1.064 orang di negara itu, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Baca Juga: Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan di Berbagai Negara

Amerika Serikat juga memasuki perang dengan mengebom tiga lokasi nuklir Iran yang damai, sebuah pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran menargetkan lokasi-lokasi strategis di wilayah pendudukan serta pangkalan udara al-Udeid di Qatar, pangkalan militer Amerika terbesar di Asia Barat.

Pada 24 Juni, Iran, melalui operasi balasannya yang berhasil terhadap rezim Israel dan AS, secara efektif menghentikan serangan teroris yang sedang berlangsung.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved