Pria India Ini Klaim Minum 8 Liter Oli Bekas Setiap Hari selama 33 Tahun dan Tak Pernah Sakit
Senin, 22 September 2025 - 15:12 WIB
loading...
Oil Kumar, pria aneh di India yang mengeklaim minum 7 hingga 8 liter oli mesin bekas setiap hari selama 33 tahun terakhir. Foto/Instagram via WorldofBuzz
A
A
A
NEW DELHI - Seorang pria asal distrik Shivamogga, Karnataka, India, telah menarik perhatian publik karena kebiasaan makannya yang sangat tidak biasa. Dia mengeklaim memium oli mesin bekas sebanyak tujuh hingga delapan liter setiap hari selama 33 tahun terakhir.
Dikenal dengan nama pendek Kumar, dia biasa dipanggil "Oil Kumar" karena kebiasaan anehnya tersebut.
Sebuah video di Instagram menunjukkan Kumar menolak makanan konvensional yang ditawarkan oleh orang-orang dan malah meminum apa yang dia klaim sebagai oli motor hitam, langsung dari botol. Unggahan yang membuatnya menjadi sorotan itu mengeklaim bahwa dia telah menjalani diet aneh ini selama lebih dari tiga dekade.
Baca Juga: Ibu Ini Memiliki Anak via Sperma Gratis dari Facebook, Minta Perempuan Lain Tak Meniru
"Selama 33 tahun terakhir, Oil Kumar dari Shivamogga telah memukau dunia dengan hidup tanpa makanan. Alih-alih nasi atau chapati, makanan sehari-harinya terdiri dari 7-8 liter oli mesin bekas dan teh," bunyi keterangan unggahan tersebut, seperti dikutip dari NDTV, Senin (22/9/2025).
Oil Kumar juga mengeklaim tidak pernah dirawat di rumah sakit atau menghadapi masalah kesehatan serius yang memerlukan perawatan medis sejak menjalani gaya hidup tak wajar tersebut.
Unggahan tersebut mengeklaim bahwa Oil Kumar mengaitkan kelangsungan hidupnya dengan keyakinannya kepada Dewa Ayyappa.
Oli mesin bekas sejatinya mengandung empat campuran beberapa zat berbahaya. Pertama, hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH)—senyawa karsinogenik yang terbentuk selama proses pembakaran. Contohnya termasuk benzo[a]pirena, yang terdaftar dalam Proposisi 65 California karena risiko kankernya.
Kedua, logam berat seperti besi, aluminium, tembaga, dan timbal akibat keausan dan kontaminasi mesin.
Ketiga aditif, yakni zat-zat seperti seng dialkilditiofosfat (ZDTP), kalsium alkil fenat, dan magnesium sulfonat, yang dapat menjadi racun bagi hati dan sistem saraf.
Keempat, kontaminan yang terdiri dari air, jelaga, partikel karbon, dan residu bahan bakar yang tidak terbakar—juga berkontribusi terhadap toksisitas oli.
Oli motor bisa sangat berbahaya jika tertelan, terutama jika masuk ke paru-paru, menurut Badan Pengendalian Racun India. Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas setelah menelannya, orang tersebut harus pergi ke rumah sakit.
Jumlah kecil yang mencapai lambung biasanya menyebabkan diare.
Risiko paparan lainnya antara lain kanker, kerusakan neurologis, kerusakan organ reproduksi, hingga kerusakan organ.
Pusat Informasi Racun Nasional di All India Institute of Medical Sciences (AIIMS), New Delhi, merupakan otoritas yang membantu mencegah dan menangani keadaan darurat keracunan zat-zat berbahaya tersebut.
"Kemungkinan tertelan zat/produk ini, baik secara tidak sengaja maupun sengaja, telah meningkat berkali-kali lipat. Keracunan akut adalah salah satu keadaan darurat paling umum di seluruh dunia," kata badan tersebut.
Dikenal dengan nama pendek Kumar, dia biasa dipanggil "Oil Kumar" karena kebiasaan anehnya tersebut.
Sebuah video di Instagram menunjukkan Kumar menolak makanan konvensional yang ditawarkan oleh orang-orang dan malah meminum apa yang dia klaim sebagai oli motor hitam, langsung dari botol. Unggahan yang membuatnya menjadi sorotan itu mengeklaim bahwa dia telah menjalani diet aneh ini selama lebih dari tiga dekade.
Baca Juga: Ibu Ini Memiliki Anak via Sperma Gratis dari Facebook, Minta Perempuan Lain Tak Meniru
"Selama 33 tahun terakhir, Oil Kumar dari Shivamogga telah memukau dunia dengan hidup tanpa makanan. Alih-alih nasi atau chapati, makanan sehari-harinya terdiri dari 7-8 liter oli mesin bekas dan teh," bunyi keterangan unggahan tersebut, seperti dikutip dari NDTV, Senin (22/9/2025).
Oil Kumar juga mengeklaim tidak pernah dirawat di rumah sakit atau menghadapi masalah kesehatan serius yang memerlukan perawatan medis sejak menjalani gaya hidup tak wajar tersebut.
Unggahan tersebut mengeklaim bahwa Oil Kumar mengaitkan kelangsungan hidupnya dengan keyakinannya kepada Dewa Ayyappa.
Mengapa Oli Mesin Berbahaya?
Oli mesin bekas sejatinya mengandung empat campuran beberapa zat berbahaya. Pertama, hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH)—senyawa karsinogenik yang terbentuk selama proses pembakaran. Contohnya termasuk benzo[a]pirena, yang terdaftar dalam Proposisi 65 California karena risiko kankernya.
Kedua, logam berat seperti besi, aluminium, tembaga, dan timbal akibat keausan dan kontaminasi mesin.
Ketiga aditif, yakni zat-zat seperti seng dialkilditiofosfat (ZDTP), kalsium alkil fenat, dan magnesium sulfonat, yang dapat menjadi racun bagi hati dan sistem saraf.
Keempat, kontaminan yang terdiri dari air, jelaga, partikel karbon, dan residu bahan bakar yang tidak terbakar—juga berkontribusi terhadap toksisitas oli.
Risiko Kesehatan Akibat Paparan Oli Mesin
Oli motor bisa sangat berbahaya jika tertelan, terutama jika masuk ke paru-paru, menurut Badan Pengendalian Racun India. Jika seseorang mengalami kesulitan bernapas setelah menelannya, orang tersebut harus pergi ke rumah sakit.
Jumlah kecil yang mencapai lambung biasanya menyebabkan diare.
Risiko paparan lainnya antara lain kanker, kerusakan neurologis, kerusakan organ reproduksi, hingga kerusakan organ.
Pusat Informasi Racun Nasional di All India Institute of Medical Sciences (AIIMS), New Delhi, merupakan otoritas yang membantu mencegah dan menangani keadaan darurat keracunan zat-zat berbahaya tersebut.
"Kemungkinan tertelan zat/produk ini, baik secara tidak sengaja maupun sengaja, telah meningkat berkali-kali lipat. Keracunan akut adalah salah satu keadaan darurat paling umum di seluruh dunia," kata badan tersebut.
(mas)
Lihat Juga :