Bendera One Piece Jadi Simbol Perlawanan di Berbagai Negara

Senin, 22 September 2025 - 15:19 WIB
loading...
A A A
"Banyak orang Indonesia mengibarkan bendera One Piece karena mereka ingin pemerintah mendengarkan mereka," kata Firdaus kepada Reuters, sambil memegang bendera Jolly Roger miliknya sendiri.

"Pada akhirnya, masyarakat berharap pemerintah akan memperbaiki masalah yang ada."

2. Bendera One Piece di Nepal

Di Nepal, generasi muda menggunakan bendera ini saat menuntut reformasi politik. Simbol tengkorak dengan topi jerami mencerminkan keberanian mereka untuk menantang arus politik lama dan memperjuangkan masa depan yang lebih demokratis.

Bikhyat Khatri, yang turut mengorganisir protes Nepal, mengatakan bendera tersebut "melambangkan agresi dan tekad untuk melawan apa pun yang menghalanginya."

"Banyak anak muda di Nepal menyukai anime," jelas Khatri, dilansir CNN. "Kami ingin gerakan ini terasa seperti gerakan Gen Z, sehingga slogan dan simbol yang digunakan selama protes dikaitkan dengan hal-hal yang dapat dipahami oleh anak muda Gen Z."

Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam

3. Bendera One Piece di Prancis

Protes besar di Prancis, terutama terkait kebijakan ekonomi yang dianggap merugikan rakyat kecil, juga dihiasi oleh bendera One Piece. Di sini, bendera tersebut menjadi simbol solidaritas kelas pekerja melawan “pemerintah dunia” versi modern dalam bentuk kebijakan neoliberal.

Melansir LeMonde, di tengah ribuan spanduk berlambang persatuan atau warna Palestina yang dikibarkan di jalanan Paris pada 18 September, sebuah bendera hitam tiba-tiba muncul, menampilkan tengkorak tersenyum yang dimahkotai topi jerami dan pita merah lebar. Meskipun banyak yang hanya melihat lambang bajak laut, bagi penggemar One Piece, referensinya tak terbantahkan: Tak lain adalah "Jolly Roger", bendera hitam kru Mugiwara yang dipimpin oleh Monkey D. Luffy, pahlawan manga karya Eiichiro Oda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved