Ini Alasan Portugal Resmi Mengakui Negara Palestina

Senin, 22 September 2025 - 13:14 WIB
loading...
Ini Alasan Portugal...
Portugal resmi mengakui Negara Palestina, menyusul langkah serupa dari Inggris, Kanada, dan Australia. Foto/Anadolu/Mustafa Hassona
A A A
NEW YORK - Portugal telah resmi mengakui Negara Palestina pada Minggu malam. Langkahnya mengikuti Kanada, Inggris, dan Australia yang lebih dulu mengumumkan pengakuan serupa pada hari yang sama.

“Kami tidak ragu-ragu mengenai gagasan bahwa kami ingin memiliki hubungan yang damai dan bermanfaat dengan kedua negara dan, jelas, kami berharap Israel dapat memahami posisi kami,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Portugal Paulo Rangel dalam konferensi pers.

Dia menambahkan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk melawan Israel. "Melainkan mendukung perdamaian dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Ini Respons Sinis Israel setelah Inggris, Kanada, dan Australia Akui Negara Palestina

Alasan Portugal Akui Negara Palestina


Menlu Rangel memparkan dua alasan utama Portugal baru resmi mengakui Negara Palestina sekarang. Alasan pertama adalah soal kebijakan luar negeri Portugal.

"Pengakuan Negara Palestina merupakan perwujudan dari garis kebijakan luar negeri Portugal yang fundamental, konstan, dan mendasar," ujar Rangel kepada wartawan di kantor pusat misi tetap Portugal untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, seperti dikutip Reuters, Senin (22/9/2025).

Alasan kedua adalah untuk mewujudkan perdamaian yang abadi antara Palestina dan Israel.

"Portugal menganjurkan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi...gencatan senjata sangat mendesak," paparnya.

Menurutnya, pengakuan dari Portugal ini juga untuk menyingkirkan kendali Hamas atas wilayah Palestina.

"Hamas tidak dapat memiliki kendali apa pun di Gaza maupun di luarnya," imbuh dia, seraya menuntut pembebasan semua sandera Israel yang masih ditawan di Gaza.

Kendati demikian, Rangel juga mengakui pengakuan untuk Negara Palestina tidak serta merta menghapus bencana kemanusiaan di Gaza.

Portugal, kata Rangel, tetap mengutuk situasi kelaparan di Gaza dan penghancurannya, serta ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Sebelum pengakuan dari Portugal muncul, Israel merespons sinis pengakuan serupa dari Inggris, Kanada, dan Australia terhadap Negara Palestina. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh ketiga negara itu "memberikan hadiah kepada kelompok teror".

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengatakan, "Tidak akan ada negara Palestina. Tanggapan atas upaya terbaru untuk memaksakan negara teror di jantung tanah kami akan diberikan setelah saya kembali dari Amerika Serikat."

"Saya memiliki pesan yang jelas kepada para pemimpin yang mengakui Negara Palestina setelah pembantaian 7 Oktober yang mengerikan: Anda menghadiahi teror dengan hadiah yang sangat besar. Dan saya punya pesan lain untuk Anda: Itu tidak akan terjadi. Tidak akan ada Negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan," imbuh dia.

Mengulangi penentangannya yang telah lama ada terhadap Negara Palestina, Netanyahu berjanji untuk terus memperluas permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

"Selama bertahun-tahun, saya telah mencegah pembentukan negara teror tersebut, melawan tekanan luar biasa, baik dari dalam maupun luar negeri. Kami telah melakukan ini dengan tekad dan kenegarawanan yang cerdik. Lebih dari itu, kami telah menggandakan permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria, dan kami akan melanjutkan langkah ini," kata Netanyahu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved