AS Usir 8.800 Imigran Anak-anak di Bawah Aturan Virus Corona

Sabtu, 12 September 2020 - 14:51 WIB
loading...
AS Usir 8.800 Imigran...
AS telah mengusir 8.800 imigran anak-anak di bawah aturan pembatasan penyebaran virus Corona. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah mengusir 8.800 imigran anak-anak tanpa pendamping yang dicegat di perbatasan negara itu dengan Meksiko sejak 20 Maret di bawah aturan yang berusaha membatasi penyebaran virus Corona . Hal itu terungkap dalam dokumen pengadilan yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Pemerintah AS mengeluarkan angka-angka itu dalam pengajuan Departemen Kehakiman ke Pengadilan Banding Sirkuit AS ke-9 yang berbasis di San Francisco yang keberatan dengan perintah 4 September yang melarang menahan anak-anak di hotel sebelum mengusir mereka.

Selain mengusir sekitar 8.800 anak-anak, pemerintah AS juga mengatakan telah mengusir 159.000 imigran secara keseluruhan, dan 7.600 unit keluarga seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/9/2020).

Pemerintah AS telah menolak untuk mengungkapkan jumlahnya sejak bulan Juni, ketika dikatakan sekitar 2.000 anak telah diusir. Pengacara imigrasi berpendapat bahwa jumlah itu sejatinya lebih banyak lagi jika mengacu pada regulasi tersebut, tetapi ruang lingkup pengusiran tersebut tidak jelas hingga Jumat waktu setempat.(Baca juga: Pejabat AS Peringatkan Para Pencari Visa akan Menunggu Lebih Lama )

Pemerintah AS menerapkan aturan perbatasan baru pada 21 Maret yang membatalkan praktik puluhan tahun berdasarkan undang-undang yang dimaksudkan untuk melindungi anak-anak dari perdagangan manusia dan menawarkan mereka kesempatan untuk mencari suaka di pengadilan imigrasi AS. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan aturan darurat dirancang untuk mencegah wabah virus Corona di dalam fasilitas penahanan imigran dan di antara populasi AS yang lebih luas.

Sejak itu, pejabat AS dengan cepat mengusir para imigran, termasuk anak di bawah umur tanpa pendamping, tanpa proses standar imigrasi.

Trump, yang berjuang untuk terpilih kembali pada pemilu presiden 3 November mendatang, telah mengambil tindakan tegas terhadap imigrasi legal dan ilegal sebagai presiden.

Para pendukung imigrasi berpendapat bahwa peraturan baru tersebut menempatkan para imigran, terutama anak-anak, dalam risiko besar. Pemerintah federal telah menahan mereka selama berhari-hari atau terkadang berminggu-minggu di hotel dengan kontraktor tanpa izin untuk menjaga mereka. Pengacara imigrasi mengatakan informasi pribadi anak-anak tidak dicatat dalam sistem komputer biasa, membuat mereka hampir tidak mungkin dilacak.(Baca juga: Trump Larang Imigrasi Selama 60 Hari, Target Pencari Green Card )

Pada bulan Juni, kepala Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS Mark Morgan mengatakan bahwa sekitar 2.000 imigran anak-anak tanpa pendamping telah diusir atas aturan tersebut.

American Civil Liberties Union kemudian menggugat pemerintah atas perintah tersebut pada bulan Juni, dan badan tersebut telah menolak untuk memperbarui jumlahnya sejak saat itu, dengan alasan litigasi yang tertunda.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Berita Terkini
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved