Ketegangan Memuncak, Jepang–China Saling Tantang di Laut China Timur
Senin, 22 September 2025 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Agresivitas China
Dalam laporan tahunan ancaman keamanan, Jepang menyebut aktivitas militer China sebagai “ancaman serius” bagi keamanannya. Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani menyoroti peningkatan kapasitas militer China yang “cepat secara kualitas dan kuantitas” dan menyebut lingkungan keamanan Jepang saat ini sebagai “yang paling parah dan kompleks sejak era pasca-perang.”
Menanggapi tekanan, Jepang memperkuat kemampuan militernya, khususnya di sekitar Senkaku. Negeri Sakura tersebut telah mengerahkan drone besar Sea Guardian untuk memantau pelanggaran udara China selama 24 jam penuh, serta menyiapkan kapal Penjaga Pantai yang mengeluarkan peringatan dalam bahasa Mandarin: “Segera tinggalkan perairan teritorial Jepang", diikuti ancaman penggunaan meriam air.
Jepang juga meningkatkan pengeluaran pertahanannya dengan membangun garnisun, menempatkan radar, dan memasang peluncur rudal, selain menggelar latihan Angkatan Laut bersama sekutu.
Ketegangan bilateral ini dikhawatirkan menjadi pemicu konflik yang lebih besar. “Agresivitas China telah membuat hampir semua negara di sekitarnya, dari Jepang hingga Taiwan, merasa terancam,” kata Phillips O’Brien, peneliti senior di Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
(mas)
Lihat Juga :