Portugal Juga Resmi Akui Negara Palestina
Senin, 22 September 2025 - 07:44 WIB
loading...
Portugal resmi mengakui Negara Palestina, menyusul langkah serupa dari Inggris, Kanada, dan Australia. Foto/sadanews
A
A
A
NEW YORK - Portugal telah resmi mengakui Negara Palestina pada Minggu malam. Langkahnya mengikuti Kanada, Inggris, dan Australia yang lebih dulu mengumumkan pengakuan serupa pada hari yang sama.
“Kami tidak ragu-ragu mengenai gagasan bahwa kami ingin memiliki hubungan yang damai dan bermanfaat dengan kedua negara dan, jelas, kami berharap Israel dapat memahami posisi kami,” kata Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel dalam konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk melawan Israel. "Melainkan mendukung perdamaian dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah
Kementerian Luar Negeri Palestina telah memuji Portugal atas keputusan tersebut."Ini langkah berani yang konsisten dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan langkah yang memperkuat upaya berkelanjutan untuk mencapai perdamaian dan memajukan solusi dua negara," kata kementerian tersebut, yang dilansir Russia Today, Senin (22/9/2025).
Sebelumnya, Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sebuah langkah yang bersejarah pada hari Minggu. Langkah mereka mengabaikan penentangan dari Israel dan Amerika Serikat (AS).
Kanada menjadi negara pertama yang membuat pengakuan tersebut. "Ottawa mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel," kata Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Langkah ini segera diikuti oleh pengumuman serupa dari Australia dan Inggris.
“Pengakuan Australia atas Palestina hari ini, bersama Kanada dan Inggris, merupakan bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam pernyataan bersama.
Baca Juga: Ini Respons Sinis Israel setelah Inggris, Kanada, dan Australia Akui Negara Palestina
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi dua negara.
“Saya menyatakan dengan jelas, sebagai perdana menteri negara besar ini, bahwa Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” katanya dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial.
Lebih dari 140 pemimpin dunia bersiap menghadiri pertemuan puncak menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York hari ini, yang diperkirakan akan didominasi oleh isu Israel-Palestina.
Disponsori oleh Prancis dan Arab Saudi, pertemuan puncak ini akan berupaya menghidupkan kembali solusi dua negara yang telah lama terhenti—satu Israel, satu Palestina—yang hidup berdampingan dalam perbatasan yang aman dan diakui dunia internasional.
Awal bulan ini, Majelis Umum PBB dengan suara bulat mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Dalam menentang tindakan tersebut, Amerika Serikat dan Israel hanya bergabung dengan delapan negara lain, termasuk negara-negara kepulauan Pasifik terpencil yaitu Palau, Tonga, Mikronesia, dan Nauru.
Banyak negara sejak itu mengutuk perang brutal Israel di Jalur Gaza dan sejumlah negara telah memilih untuk mengakui kenegaraan Palestina.
Pada sidang Majelis Umum PBB, Prancis dan Belgia juga diperkirakan akan secara resmi mengakui Negara Palestina.
“Kami tidak ragu-ragu mengenai gagasan bahwa kami ingin memiliki hubungan yang damai dan bermanfaat dengan kedua negara dan, jelas, kami berharap Israel dapat memahami posisi kami,” kata Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel dalam konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk melawan Israel. "Melainkan mendukung perdamaian dan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah
Kementerian Luar Negeri Palestina telah memuji Portugal atas keputusan tersebut."Ini langkah berani yang konsisten dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan langkah yang memperkuat upaya berkelanjutan untuk mencapai perdamaian dan memajukan solusi dua negara," kata kementerian tersebut, yang dilansir Russia Today, Senin (22/9/2025).
Sebelumnya, Inggris, Kanada, dan Australia secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sebuah langkah yang bersejarah pada hari Minggu. Langkah mereka mengabaikan penentangan dari Israel dan Amerika Serikat (AS).
Kanada menjadi negara pertama yang membuat pengakuan tersebut. "Ottawa mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel," kata Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Langkah ini segera diikuti oleh pengumuman serupa dari Australia dan Inggris.
“Pengakuan Australia atas Palestina hari ini, bersama Kanada dan Inggris, merupakan bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam pernyataan bersama.
Baca Juga: Ini Respons Sinis Israel setelah Inggris, Kanada, dan Australia Akui Negara Palestina
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi dua negara.
“Saya menyatakan dengan jelas, sebagai perdana menteri negara besar ini, bahwa Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” katanya dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial.
Lebih dari 140 pemimpin dunia bersiap menghadiri pertemuan puncak menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York hari ini, yang diperkirakan akan didominasi oleh isu Israel-Palestina.
Disponsori oleh Prancis dan Arab Saudi, pertemuan puncak ini akan berupaya menghidupkan kembali solusi dua negara yang telah lama terhenti—satu Israel, satu Palestina—yang hidup berdampingan dalam perbatasan yang aman dan diakui dunia internasional.
Awal bulan ini, Majelis Umum PBB dengan suara bulat mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Dalam menentang tindakan tersebut, Amerika Serikat dan Israel hanya bergabung dengan delapan negara lain, termasuk negara-negara kepulauan Pasifik terpencil yaitu Palau, Tonga, Mikronesia, dan Nauru.
Banyak negara sejak itu mengutuk perang brutal Israel di Jalur Gaza dan sejumlah negara telah memilih untuk mengakui kenegaraan Palestina.
Pada sidang Majelis Umum PBB, Prancis dan Belgia juga diperkirakan akan secara resmi mengakui Negara Palestina.
(mas)
Lihat Juga :