Taliban dan China Tolak Serahkan Pangkalan Militer Bagram ke AS, Ini 3 Alasannya

Minggu, 21 September 2025 - 18:35 WIB
loading...
Taliban dan China Tolak...
Taliban dan China tak ingin serahkan pangkalan militer Bagram. Foto/X/@GlobalViewPk
A A A
KABUL - China dan Taliban mengecam pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump tentang perebutan kembali kendali Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan. Itu menunjukkan keberanian Taliban.

Trump mengklaim sedang berunding dengan para pemimpin Afghanistan mengenai masalah ini, dengan alasan bahwa Washington membutuhkan pangkalan tersebut karena lokasinya yang dekat dengan beberapa infrastruktur nuklir utama China.

Taliban dan China Tolak Tak Ingin Serahkan Pangkalan Militer Bagram, Ini 3 Alasannya

1. Afghanistan Harus di Tangan Afghan

“China menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Afghanistan. Masa depan Afghanistan harus berada di tangan rakyat Afghanistan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dilansir RT.

“Menimbulkan ketegangan dan konfrontasi di kawasan tidak akan didukung,” tambahnya.

BacaJuga: Negara-negara Arab Gelontorkan Rp33.294 Triliun ke AS, Berikut 4 Motifnya

2. Menolak Kehadiran Pasukan AS

Sehari sebelumnya, Zakir Jalaly, seorang diplomat di Kementerian Luar Negeri Afghanistan, mengatakan bahwa rakyat negaranya akan menolak kembalinya pasukan AS.

Ia berpendapat bahwa Kabul dan Washington harus menjalin hubungan ekonomi dan politik yang saling menghormati "tanpa AS mempertahankan kehadiran militer di bagian mana pun di Afghanistan."

3. Pangkalan Dikuasai Tentara Afghan

Pangkalan yang dibangun Soviet tersebut berada di bawah Kementerian Pertahanan Afghanistan yang dipimpin Taliban setelah penarikan pasukan AS yang gagal dari Afghanistan pada tahun 2021, yang mengakhiri kehadiran selama dua dekade di negara itu.

Trump menyebut penarikan pasukan tersebut, yang terjadi di bawah kepemimpinan pendahulunya, Joe Biden, sebagai "aib."

Trump juga menuduh bahwa China menggunakan pangkalan tersebut, tanpa memberikan bukti. Kabul membantah klaim tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved