AS Tembakkan Misil THAAD Senilai Rp8,2 Triliun saat Menolong Israel dari Hujan Rudal Iran
Jum'at, 19 September 2025 - 00:12 WIB
loading...
A
A
A
Publikasi tersebut juga menyatakan bahwa detail pengeboman AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang dikenal sebagai "Operation Midnight Hammer", baru saja terungkap, meskipun total biayanya masih belum diketahui.
AS mengumumkan telah mengerahkan sistem pertahanan THAAD di Israel pada bulan Oktober, lebih dari setahun setelah pecahnya perang Gaza. Sekutu-sekutu Iran di wilayah tersebut menembaki negara Yahudi itu dari Lebanon, Yaman, Irak, dan Suriah.
Hal ini juga terjadi setelah serangan langsung kedua Iran terhadap Israel ketika ratusan rudal dan drone ditembakkan dalam rentetan serangan udara besar-besaran.
"Tindakan pemrograman ulang ini membahas dana untuk penggantian aset pertahanan yang dikeluarkan untuk mendukung Israel melalui operasi tempur AS yang dilaksanakan atas permintaan dan berkoordinasi dengan Israel, serta untuk pertahanan wilayah, personel, atau aset Israel selama serangan oleh Iran, dan serangan selanjutnya atau yang diantisipasi oleh Iran dan proksinya," imbuh dokumen Pentagon.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan besarnya biaya pertahanan militer AS terhadap Israel dan juga biaya senjata yang digunakan pasukan Amerika selama pengeboman besar-besaran mereka terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada bulan Juni, yakni situs Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Di antara dana yang diminta adalah dana untuk mengganti GBU-39 yang dikeluarkan selama Operation Midnight Hammer untuk mendukung Israel. "Ini adalah pos kepentingan khusus Kongres. Ini adalah persyaratan anggaran darurat," papar dokumen tersebut.
AS mengumumkan telah mengerahkan sistem pertahanan THAAD di Israel pada bulan Oktober, lebih dari setahun setelah pecahnya perang Gaza. Sekutu-sekutu Iran di wilayah tersebut menembaki negara Yahudi itu dari Lebanon, Yaman, Irak, dan Suriah.
Hal ini juga terjadi setelah serangan langsung kedua Iran terhadap Israel ketika ratusan rudal dan drone ditembakkan dalam rentetan serangan udara besar-besaran.
"Tindakan pemrograman ulang ini membahas dana untuk penggantian aset pertahanan yang dikeluarkan untuk mendukung Israel melalui operasi tempur AS yang dilaksanakan atas permintaan dan berkoordinasi dengan Israel, serta untuk pertahanan wilayah, personel, atau aset Israel selama serangan oleh Iran, dan serangan selanjutnya atau yang diantisipasi oleh Iran dan proksinya," imbuh dokumen Pentagon.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan besarnya biaya pertahanan militer AS terhadap Israel dan juga biaya senjata yang digunakan pasukan Amerika selama pengeboman besar-besaran mereka terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada bulan Juni, yakni situs Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Di antara dana yang diminta adalah dana untuk mengganti GBU-39 yang dikeluarkan selama Operation Midnight Hammer untuk mendukung Israel. "Ini adalah pos kepentingan khusus Kongres. Ini adalah persyaratan anggaran darurat," papar dokumen tersebut.
Lihat Juga :