AS Serang Kapal Kedua Venezuela, 3 Orang Tewas
Selasa, 16 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
Pasukan militer AS melancarkan serangan terhadap kapal kedua Venezuela, menyebabkan tiga orang tewas. Foto/Screenshot video ABC News
A
A
A
WASHINGTON - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan terhadap kapal kedua Venezuela, menyebabkan tiga orang tewas. Kapal itu diserang atas tuduhan mengangkut narkotika ke Amerika.
Serangan militer tersebut diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin.
"Serangan itu terjadi ketika para 'narkoteror' yang terkonfirmasi dari Venezuela ini berada di perairan internasional untuk mengangkut narkotika ilegal (SENJATA MEMATIKAN YANG MERACUNI WARGA AMERIKA!) menuju AS," tulis Trump dalam sebuah unggahan di X.
Baca Juga: Perang AS Vs Venezuela Dimulai, Trump Sebut 11 Orang Tewas
Trump menambahkan bahwa setidaknya tiga orang tewas, dan tidak ada pasukan AS yang terluka.
"BERHATI-HATILAH—JIKA ANDA MENGANGKUT NARKOBA YANG DAPAT MEMBUNUH WARGA AMERIKA, KAMI SEDANG MEMBURU ANDA!" lanjut Trump, yang terbiasa mengunggah postingan dalam huruf kapital.
Unggahan tersebut juga menyertakan video berdurasi hampir 30 detik, dengan tanda "Tidak Diklasifikasikan" di bagian atas, yang tampaknya memperlihatkan sebuah kapal di perairan meledak dan kemudian terbakar.
Kementerian Komunikasi Venezuela belum bersedia berkomentar.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah peningkatan kekuatan militer AS yang besar di Karibia selatan. Lima pesawat tempur siluman F-35 AS terlihat mendarat di Puerto Riko pada hari Sabtu setelah pemerintahan Trump memerintahkan 10 pesawat tempur siluman untuk bergabung dalam peningkatan kekuatan tersebut.
Setidaknya ada tujuh kapal perang AS di wilayah tersebut, beserta satu kapal selam bertenaga nuklir.
Beberapa jam sebelum unggahan Trump, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa insiden baru-baru ini antara negaranya dan Amerika Serikat merupakan "agresi" oleh AS dan bahwa komunikasi antara kedua pemerintah sebagian besar telah berakhir.
Pemerintahan Trump hanya memberikan sedikit informasi tentang serangan pertama pada 2 September, meskipun ada tuntutan dari anggota Parlemen AS agar pemerintah membenarkan tindakan tersebut.
Pemerintah Trump menuduh mereka yang berada di kapal adalah anggota kartel narkoba asal Venezuela; Tren de Aragua, dan mengatakan 11 orang tewas.
Pentagon belum secara terbuka mengatakan jenis narkoba apa yang dibawa kapal dalam serangan pertama atau berapa banyak, atau bahkan jenis senjata apa yang digunakan untuk melakukan serangan tersebut.
Para pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa kapal pertama yang diserang awal bulan ini tampaknya berbalik arah ketika dihantam, sebuah fakta yang menimbulkan pertanyaan di antara beberapa pakar hukum tentang legalitas serangan tersebut.
Pemerintah Venezuela, yang mengatakan telah mengerahkan puluhan ribu tentara untuk memerangi perdagangan narkoba dan mempertahankan negara, mengatakan tidak satu pun dari orang-orang yang tewas itu adalah anggota kartel Tren de Aragua.
Maduro telah berulang kali menuduh AS berharap untuk menggulingkannya dari kekuasaan.
Serangan militer tersebut diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin.
"Serangan itu terjadi ketika para 'narkoteror' yang terkonfirmasi dari Venezuela ini berada di perairan internasional untuk mengangkut narkotika ilegal (SENJATA MEMATIKAN YANG MERACUNI WARGA AMERIKA!) menuju AS," tulis Trump dalam sebuah unggahan di X.
Baca Juga: Perang AS Vs Venezuela Dimulai, Trump Sebut 11 Orang Tewas
Trump menambahkan bahwa setidaknya tiga orang tewas, dan tidak ada pasukan AS yang terluka.
"BERHATI-HATILAH—JIKA ANDA MENGANGKUT NARKOBA YANG DAPAT MEMBUNUH WARGA AMERIKA, KAMI SEDANG MEMBURU ANDA!" lanjut Trump, yang terbiasa mengunggah postingan dalam huruf kapital.
Unggahan tersebut juga menyertakan video berdurasi hampir 30 detik, dengan tanda "Tidak Diklasifikasikan" di bagian atas, yang tampaknya memperlihatkan sebuah kapal di perairan meledak dan kemudian terbakar.
Kementerian Komunikasi Venezuela belum bersedia berkomentar.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah peningkatan kekuatan militer AS yang besar di Karibia selatan. Lima pesawat tempur siluman F-35 AS terlihat mendarat di Puerto Riko pada hari Sabtu setelah pemerintahan Trump memerintahkan 10 pesawat tempur siluman untuk bergabung dalam peningkatan kekuatan tersebut.
Setidaknya ada tujuh kapal perang AS di wilayah tersebut, beserta satu kapal selam bertenaga nuklir.
Beberapa jam sebelum unggahan Trump, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa insiden baru-baru ini antara negaranya dan Amerika Serikat merupakan "agresi" oleh AS dan bahwa komunikasi antara kedua pemerintah sebagian besar telah berakhir.
Pemerintahan Trump hanya memberikan sedikit informasi tentang serangan pertama pada 2 September, meskipun ada tuntutan dari anggota Parlemen AS agar pemerintah membenarkan tindakan tersebut.
Pemerintah Trump menuduh mereka yang berada di kapal adalah anggota kartel narkoba asal Venezuela; Tren de Aragua, dan mengatakan 11 orang tewas.
Pentagon belum secara terbuka mengatakan jenis narkoba apa yang dibawa kapal dalam serangan pertama atau berapa banyak, atau bahkan jenis senjata apa yang digunakan untuk melakukan serangan tersebut.
Para pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa kapal pertama yang diserang awal bulan ini tampaknya berbalik arah ketika dihantam, sebuah fakta yang menimbulkan pertanyaan di antara beberapa pakar hukum tentang legalitas serangan tersebut.
Pemerintah Venezuela, yang mengatakan telah mengerahkan puluhan ribu tentara untuk memerangi perdagangan narkoba dan mempertahankan negara, mengatakan tidak satu pun dari orang-orang yang tewas itu adalah anggota kartel Tren de Aragua.
Maduro telah berulang kali menuduh AS berharap untuk menggulingkannya dari kekuasaan.
(mas)
Lihat Juga :