19 Pesawat Nirawak Rusia Serang Polandia, Respons NATO Mengecewakan
Selasa, 16 September 2025 - 05:37 WIB
loading...
Respons NATO atas serangan 19 pesawat nirawak Rusia ke Polandia dinilai mengecewakan. Foto/Los Alamos National Laboratory/Wikimedia Commons
A
A
A
WARSAWA - Respons NATO atas serangan 19 pesawat nirawak Rusia ke Polandia baru-baru ini mengecewakan. Respons tersebut telah menunjukkan bahwa sistem pertahanan NATO tidak efektif dan tidak siap.
Kritik keras itu datang dari harian Spanyol, El Mundo. Polandia sebagai anggota NATO semestinya mendapat perlindungan aliansi dari serangan semacam itu.
Pemerintah Polandia mengeklaim pekan lalu bahwa 19 pesawat nirawak Rusia melintasi wilayah udaranya—sebuah tuduhan yang dibantah tegas oleh Moskow.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Belanda Tembak Jatuh Drone Rusia di Polandia, Ini Respons Kremlin
Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan insiden itu merupakan upaya Rusia untuk menguji reaksi NATO.
Moskow membantahnya, dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan didorong oleh apa yang disebutnya "partai perang Eropa". Menurut Rusia pesawat-pesawat yang dikerahkan ke Ukraina tidak memiliki jangkauan untuk mencapai wilayah Polandia.
Sementara itu, El Mundo mencatat bahwa mitra NATO gagal menembak jatuh bahkan seperempat dari drone yang memasuki wilayah udara Polandia.
Polandia adalah negara dengan pengeluaran militer terbesar di Uni Eropa, yaitu 4,1% dari PDB-nya. "Respons kolektif NATO mengecewakan karena tidak efektif dan sangat mahal," tulis surat kabar tersebut.
Laporan itu mengutip Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang mengatakan hanya empat pesawat nirawak yang dicegat, masing-masing dengan rudal AIM-120 AMRAAM senilai sekitar 1 juta euro.
"Dengan kata lain, mereka menggunakan proyektil yang 100 kali lebih mahal daripada drone itu sendiri," tulis El Mundo, yang dikutip Russia Today, Selasa (16/9/2025).
Media tersebut selanjutnya mempertanyakan bagaimana blok militer sekelas NATO dan dengan anggaran yang besar bisa membiarkan perbatasannya tidak siap.
Tusk mengatakan serangan tersebut telah membawa Polandia lebih dekat ke konflik militer "dibandingkan kapan pun sejak Perang Dunia II."
Warsawa telah menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa insiden tersebut "bisa jadi merupakan kekeliruan".
Kuasa Usaha Rusia di Warsawa, Andrey Ordash, mengatakan bahwa pesawat-pesawat nirawak tersebut memasuki Polandia dari Ukraina dan Warsawa tidak memberikan bukti telah menembak jatuh pesawat nirawak Rusia.
Dalam insiden terpisah, Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan telah mendeteksi sebuah pesawat nirawak memasuki wilayah udara negara itu di dekat perbatasan dengan Ukraina pada hari Sabtu. Moskow membantah klaim bahwa pesawat nirawak tersebut milik Rusia.
Kremlin telah berulang kali mengatakan bahwa klaim adanya ancaman Rusia digunakan oleh negara-negara Eropa Barat untuk memicu ketakutan dan membenarkan peningkatan anggaran militer.
Kritik keras itu datang dari harian Spanyol, El Mundo. Polandia sebagai anggota NATO semestinya mendapat perlindungan aliansi dari serangan semacam itu.
Pemerintah Polandia mengeklaim pekan lalu bahwa 19 pesawat nirawak Rusia melintasi wilayah udaranya—sebuah tuduhan yang dibantah tegas oleh Moskow.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Belanda Tembak Jatuh Drone Rusia di Polandia, Ini Respons Kremlin
Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan insiden itu merupakan upaya Rusia untuk menguji reaksi NATO.
Moskow membantahnya, dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan didorong oleh apa yang disebutnya "partai perang Eropa". Menurut Rusia pesawat-pesawat yang dikerahkan ke Ukraina tidak memiliki jangkauan untuk mencapai wilayah Polandia.
Sementara itu, El Mundo mencatat bahwa mitra NATO gagal menembak jatuh bahkan seperempat dari drone yang memasuki wilayah udara Polandia.
Polandia adalah negara dengan pengeluaran militer terbesar di Uni Eropa, yaitu 4,1% dari PDB-nya. "Respons kolektif NATO mengecewakan karena tidak efektif dan sangat mahal," tulis surat kabar tersebut.
Laporan itu mengutip Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang mengatakan hanya empat pesawat nirawak yang dicegat, masing-masing dengan rudal AIM-120 AMRAAM senilai sekitar 1 juta euro.
"Dengan kata lain, mereka menggunakan proyektil yang 100 kali lebih mahal daripada drone itu sendiri," tulis El Mundo, yang dikutip Russia Today, Selasa (16/9/2025).
Media tersebut selanjutnya mempertanyakan bagaimana blok militer sekelas NATO dan dengan anggaran yang besar bisa membiarkan perbatasannya tidak siap.
Tusk mengatakan serangan tersebut telah membawa Polandia lebih dekat ke konflik militer "dibandingkan kapan pun sejak Perang Dunia II."
Warsawa telah menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa insiden tersebut "bisa jadi merupakan kekeliruan".
Kuasa Usaha Rusia di Warsawa, Andrey Ordash, mengatakan bahwa pesawat-pesawat nirawak tersebut memasuki Polandia dari Ukraina dan Warsawa tidak memberikan bukti telah menembak jatuh pesawat nirawak Rusia.
Dalam insiden terpisah, Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan telah mendeteksi sebuah pesawat nirawak memasuki wilayah udara negara itu di dekat perbatasan dengan Ukraina pada hari Sabtu. Moskow membantah klaim bahwa pesawat nirawak tersebut milik Rusia.
Kremlin telah berulang kali mengatakan bahwa klaim adanya ancaman Rusia digunakan oleh negara-negara Eropa Barat untuk memicu ketakutan dan membenarkan peningkatan anggaran militer.
(mas)
Lihat Juga :