Pekerja Perempuan Ini Bunuh Diri setelah Bos Menyebutnya Anjing Liar dalam Rapat, Urusannya Jadi Panjang
Selasa, 16 September 2025 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
Media Jepang lainnya, NHK, melaporkan bahwa Satomi didiagnosis depresi pada Januari 2022 dan kemudian mengambil cuti.
Pada bulan Agustus tahun itu, dia berupaya bunuh diri, yang membuatnya tidak sadarkan diri.
Dia akhirnya meninggal pada Oktober 2023 pada usia 25 tahun.
Menurut laporan NHK, orang tua Satomi telah mengajukan gugatan pada Juli 2023, menuntut ganti rugi dari Sakai dan perusahaan.
Pada Mei 2024, Kantor Inspeksi Standar Ketenagakerjaan Mita di Tokyo menemukan hubungan sebab akibat antara pelecehan verbal Sakai, depresi Satomi, dan juga kematian Satomi.
Hal ini mendorong mereka untuk mengklasifikasikan kematiannya sebagai kecelakaan kerja.
Pengadilan Distrik Tokyo mengeluarkan putusan pada 9 September 2025, yang menyatakan bahwa D-UP harus mengakui bahwa pelecehan oleh presidennya menyebabkan kematian Satomi dan presiden D-UP, Sakai, harus mengundurkan diri.
Menurut laporan NHK, jarang pengadilan meminta pengunduran diri presiden perusahaan.
Pada bulan Agustus tahun itu, dia berupaya bunuh diri, yang membuatnya tidak sadarkan diri.
Dia akhirnya meninggal pada Oktober 2023 pada usia 25 tahun.
Menurut laporan NHK, orang tua Satomi telah mengajukan gugatan pada Juli 2023, menuntut ganti rugi dari Sakai dan perusahaan.
Pada Mei 2024, Kantor Inspeksi Standar Ketenagakerjaan Mita di Tokyo menemukan hubungan sebab akibat antara pelecehan verbal Sakai, depresi Satomi, dan juga kematian Satomi.
Hal ini mendorong mereka untuk mengklasifikasikan kematiannya sebagai kecelakaan kerja.
Pengadilan Distrik Tokyo mengeluarkan putusan pada 9 September 2025, yang menyatakan bahwa D-UP harus mengakui bahwa pelecehan oleh presidennya menyebabkan kematian Satomi dan presiden D-UP, Sakai, harus mengundurkan diri.
Menurut laporan NHK, jarang pengadilan meminta pengunduran diri presiden perusahaan.
Lihat Juga :