Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik Canggih di Depan Pintu NATO, Targetnya Hancur

Senin, 15 September 2025 - 14:15 WIB
loading...
Rusia Tembakkan Rudal...
Kapal perang Rusia tembakkan rudal hipersonik canggih Zircon di Laut Barents, yang dikenal sebagai pintu gerbang NATO, dalam latihan perang berskala besar. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia/iz.ru
A A A
MOSKOW - Kapal perang Admiral Golovko Angkatan Laut Rusia telah menembakkan rudal hipersonik canggih Zircon yang menghancurkan targetnya di Laut Barents, wilayah Arktik yang secara geografis adalah "pintu gerbang" NATO. Manuver ini bagian dari latihan perang berskala besar bernama Zapad 2025.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Minggu membagikan rekaman video yang menunjukkan pasukannya sedang menguji coba rudal hipersonik Zircon.

"Target tersebut hancur oleh serangan langsung," kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di Telegram beserta rekaman video uji rudal Zircon. Kementeriantersebut mengatakan area uji tembak misil tersebut telah ditutup sebelumnya untuk pesawat dan kapal sipil.

Baca Juga: Situasi Memanas, Rusia Berlatih Gunakan Senjata Nuklir, NATO Juga Unjuk Kekuatan

Latihan perang Zapad 2025, yang dimulai pada hari Jumat pekan lalu, juga melibatkan sekutu utama Rusia; Belarusia. Latihan ini dibagi menjadi dua, yakni di Laut Baltik dan Laut Barents.

Rusia secara rutin mengadakan latihan perang, tetapi Zapad 2025 dimulai tepat setelah hampir 20 pesawat nirawak Rusia melintasi wilayah Polandia, anggota NATO. Manuver Moskow ini disebut oleh Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, sebagai "ujian" bagi aliansi Barat tersebut, sebagaimana dikutip Newsweek, Senin (15/9/2025).

Rudal Zircon, yang terkadang disebut sebagai Tsirkon atau SS-N-33, telah disebut oleh Rusia sebagai misil yang mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer dan mencapai kecepatan Mach 9 atau sembilan kali kecepatan suara.

Rudal ini bernilai strategis terutama karena kecepatannya, menurut organisasi nirlaba Amerika Serikat, Missile Defense Advocacy Alliance.

Para analis Ukraina mengatakan pada Februari 2024 bahwa mereka memiliki bukti Rusia telah menggunakan rudal tersebut dalam pertempuran untuk pertama kalinya.

Rusia juga telah menggunakan rudal hipersonik lainnya; Kinzhal di Ukraina. Rudal ini dapat diluncurkan dari pesawat pengebom jarak jauh Tu-22M3, yang juga telah melakukan serangan terhadap target "musuh tiruan" selama hari-hari pertama latihan Zapad.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada awal 2023 bahwa Zircon, di antara rudal-rudal lain yang disebut sebagai senjata "generasi mendatang" akan melindungi Rusia secara andal dari potensi ancaman eksternal dan akan membantu memastikan kepentingan nasional.

Rusia memiliki kehadiran militer yang besar di Semenanjung Kola, yang menghadap ke Laut Barents, termasuk menampung sebagian besar Armada Utara Moskow yang berharga dan kapal selam nuklirnya yang sangat penting.

Kremlin telah memperluas jejak militernya di Arktik secara lebih umum. Menteri Luar Negeri Islandia Þorgerður Katrín Gunnarsdóttir mengatakan bahwa posisi militer Rusia di kawasan tersebut merupakan "kekhawatiran serius" bagi NATO.

Laut Baltik terkadang disebut sebagai "danau NATO" karena sebagian besar dikelilingi oleh negara-negara anggota alianse, sementara Laut Barents menghadap ke Semenanjung Kola Rusia, dan Norwegia—negara anggota NATO.

Menurut laporan media pemerintah Rusia, latihan perang gabungan Rusia-Belarusia akan berakhir pada 16 September mendatang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved