Dokter Asing Sebut Sniper Israel secara Sistematis Tembak Anak-anak di Gaza

Senin, 15 September 2025 - 10:43 WIB
loading...
Dokter Asing Sebut Sniper...
Dokter asing sebut sniper Israel secara sistematis tembak anak-anak Gaza. Foto/X/@UNRWA
A A A
GAZA - Para dokter asing yang menjadi sukarelawan di Gaza mengatakan mereka telah merawat lebih dari 100 anak yang ditembak di kepala atau dada. Itu sebagai bukti nyata, menurut mereka, bahwa Israel sengaja menargetkan anak di bawah umur.

Dalam kesaksian yang dikumpulkan oleh harian Belanda Volkskrant, 15 dari 17 dokter menggambarkan pertemuan mereka dengan anak-anak di bawah usia 15 tahun dengan luka tembak tunggal di kepala atau dada. Bersama-sama, mereka mengidentifikasi 114 kasus serupa selama misi mereka di Gaza. Banyak anak meninggal sementara yang lain selamat dengan luka parah.

"Ini bukan baku tembak. Ini adalah kejahatan perang," kata dokter gawat darurat Amerika, Mimi Syed, kepada Volkskrant. Ia mendokumentasikan 18 anak yang tertembak di kepala atau dada.

Ahli bedah trauma asal California, Feroze Sidhwa, mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa ia awalnya berasumsi bahwa kasus-kasus tersebut terisolasi hingga ia menemukan beberapa anak laki-laki di satu rumah sakit, semuanya tertembak langsung di kepala.

Kemudian, ketika ia membandingkan catatan dengan dokter internasional lainnya, ia menyadari bahwa kasus tersebut tersebar luas. "Ini tembakan yang disengaja. Seseorang sedang menarik pelatuk ke arah seorang anak," katanya.

Patologi forensik yang dikonsultasikan oleh Volkskrant meninjau hasil rontgen dan memastikan luka-luka tersebut konsisten dengan tembakan penembak jitu atau pesawat tanpa awak jarak jauh, bukan pecahan peluru dari ledakan. Mantan komandan tentara Belanda, Mart de Kruif, mengatakan banyaknya anak-anak yang tertembak di kepala atau dada membuat klaim "kecelakaan" tidak masuk akal.

"Ini bukan kerusakan tambahan. Ini disengaja," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved