Aktris Film Dewasa Ini Menang Gugatan Melawan Meta soal Posting Foto Seksi di Instagram
Minggu, 14 September 2025 - 14:26 WIB
loading...
Aktris film dewasa Esperanza Gomez menang gugatan melawan Meta di Mahkamah Konstitusi Kolombia. Dia gugat Meta karena menutup akun Instagram-nya gara-gara posting foto dirinya berpakaian dalam. Foto/Instagram/Esperanza Gomez
A
A
A
BOGOTA - Mahkamah Konstitusi Kolombia memenangkan gugatan aktris film dewasa Esperanza Gomez terhadap Meta, yang telah menutup akun Instagramnya karena mengunggah foto dirinya hanya dengan pakaian dalam. Menurut pengadilan, Meta telah menginjak-injak kebebasan berekspresi aktris tersebut.
Pengadilan, dalam putusannya pada Jumat lalu, memerintahkan Meta sebagai induk perusahaan Instagram untuk mengubah kebijakan privasinya.
Esperanza Gomez, salah satu aktris konten dewasa paling terkenal di Kolombia, mengatakan bahwa dia mengunggah foto dirinya hanya mengenakan pakaian dalam sebagai bagian dari pekerjaannya.
Baca Juga: Perusahaan China Tawarkan Bonus Rp2 Miliar bagi Karyawan yang Turunkan Berat Badan
Gomez, yang memiliki lebih dari 5 juta pengikut di Instagram, mengatakan bahwa keputusan Meta untuk menutup akun Instagramnya memengaruhi kemampuannya untuk bekerja dan mengatakan bahwa dia tidak diberi penjelasan yang jelas.
Meta, yang memiliki Facebook dan WhatsApp serta Instagram, berargumen bahwa Gomez melanggar aturan platform tersebut tentang ketelanjangan.
Namun, pengadilan memutuskan bahwa Meta bertindak "sewenang-wenang" dalam menutup akun Gomez. "Dan secara tidak sah membatasi kebebasan berekspresinya," bunyi putusan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Minggu (14/9/2025).
"Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Meta menerapkan kebijakannya tentang ketelanjangan dan layanan seksual secara tidak konsisten," lanjut putusan itu, dengan mencatat bahwa akun-akun lain dengan konten serupa dengan milik Gomez tetap aktif.
Dalam putusan yang berdampak luas, pengadilan memerintahkan Meta untuk meninjau dan menyesuaikan ketentuan penggunaan dan kebijakan privasi Instagram, sehingga pengguna memahami dengan jelas mekanisme untuk menentang keputusan moderasi.
Putusan tersebut tidak merinci sanksi atas ketidakpatuhan. Meta tidak langsung bereaksi terhadap putusan tersebut.
Ini bukan pertama kalinya pengadilan di Amerika Selatan mewajibkan jejaring sosial untuk mengubah kebijakannya.
Pada bulan Juni, Mahkamah Agung Brasil memutuskan bahwa media sosial bertanggung jawab langsung atas konten ilegal, termasuk ujaran kebencian, dan harus segera bertindak untuk menghapusnya.
Pengadilan, dalam putusannya pada Jumat lalu, memerintahkan Meta sebagai induk perusahaan Instagram untuk mengubah kebijakan privasinya.
Esperanza Gomez, salah satu aktris konten dewasa paling terkenal di Kolombia, mengatakan bahwa dia mengunggah foto dirinya hanya mengenakan pakaian dalam sebagai bagian dari pekerjaannya.
Baca Juga: Perusahaan China Tawarkan Bonus Rp2 Miliar bagi Karyawan yang Turunkan Berat Badan
Gomez, yang memiliki lebih dari 5 juta pengikut di Instagram, mengatakan bahwa keputusan Meta untuk menutup akun Instagramnya memengaruhi kemampuannya untuk bekerja dan mengatakan bahwa dia tidak diberi penjelasan yang jelas.
Meta, yang memiliki Facebook dan WhatsApp serta Instagram, berargumen bahwa Gomez melanggar aturan platform tersebut tentang ketelanjangan.
Namun, pengadilan memutuskan bahwa Meta bertindak "sewenang-wenang" dalam menutup akun Gomez. "Dan secara tidak sah membatasi kebebasan berekspresinya," bunyi putusan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Minggu (14/9/2025).
"Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Meta menerapkan kebijakannya tentang ketelanjangan dan layanan seksual secara tidak konsisten," lanjut putusan itu, dengan mencatat bahwa akun-akun lain dengan konten serupa dengan milik Gomez tetap aktif.
Dalam putusan yang berdampak luas, pengadilan memerintahkan Meta untuk meninjau dan menyesuaikan ketentuan penggunaan dan kebijakan privasi Instagram, sehingga pengguna memahami dengan jelas mekanisme untuk menentang keputusan moderasi.
Putusan tersebut tidak merinci sanksi atas ketidakpatuhan. Meta tidak langsung bereaksi terhadap putusan tersebut.
Ini bukan pertama kalinya pengadilan di Amerika Selatan mewajibkan jejaring sosial untuk mengubah kebijakannya.
Pada bulan Juni, Mahkamah Agung Brasil memutuskan bahwa media sosial bertanggung jawab langsung atas konten ilegal, termasuk ujaran kebencian, dan harus segera bertindak untuk menghapusnya.
(mas)
Lihat Juga :