3 Alasan Sistem Pertahanan Udara Qatar Gagal Hadapi Serangan Israel Versi Analis Rusia

Minggu, 14 September 2025 - 04:45 WIB
loading...
3 Alasan Sistem Pertahanan...
Sistem pertahanan udara Qatar tak merespons serangan Israel. Foto/X/@ColbyBadhwar
A A A
DOHA - Rudal yang ditembakkan Israel kemungkinan besar telah dicegat oleh sistem Patriot AS milik Qatar . Pakar militer Rusia, Yuri Knutov, berpendapat: Patriot tersebut hanya dimatikan oleh AS.

3 Alasan Sistem Pertahanan Udara Qatar Gagal Hadapi Serangan Israel Versi Analis Rusia

1. Sistem Rudal Patriot Dimatikan

"Fitur utama sistem ini adalah integrasinya yang erat dengan pesawat peringatan dini dan kendali udara (AWACS), satelit, dan pusat komando yang menyediakan data penargetan," ujar Knutov kepada Sputnik. "Selain itu, sistem ini memiliki fitur penghentian [jarak jauh] untuk mencegah tembakan kawan yang tidak disengaja."

Fitur penghentian ini bermasalah: Turki menolak membeli Patriot karena Amerika dapat menonaktifkan sistem ini kapan saja, dan oleh karena itu lebih memilih S-400, menurut pakar tersebut.

BacaJuga: Dituding Selalu Jadi Dalang Kerusuhan, Trump Janji Selidiki George Soros

2. AS Tidak Membela Qatar

Selain menggunakan Patriot, Qatar menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.

"Berdasarkan perjanjian antara Qatar dan AS, Amerika tentu saja seharusnya melindungi wilayah udara Qatar dengan menembaki pesawat Israel. Namun, hal ini tidak terjadi," kata Knutov.

Militer AS mengetahui kedatangan pesawat Israel namun tidak mengambil tindakan apa pun, yang secara efektif memungkinkan mereka beroperasi secara bebas melawan delegasi Hamas yang diundang ke Qatar untuk bernegosiasi. AS sepenuhnya menyadari hal ini.

Negara-negara Arab — dan bukan hanya mereka — perlu memperhatikan: di mana pun Patriot AS digunakan, AS dapat menonaktifkannya kapan saja, membuat wilayah udara mereka sepenuhnya tak terlindungi.

3. AS Selalu Berpihak pada Israel

"Ini tidak diragukan lagi merupakan situasi yang memalukan, mengingat Qatar adalah sekutu dekat AS dan telah berjanji untuk menginvestasikan miliaran dolar dalam ekonomi Amerika," kata Knutov.

"Amerika memperingatkan Qatar tentang serangan itu hanya sepuluh menit setelah serangan itu terjadi."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon dan Gaza Meski Netanyahu Dimarahi Trump
Balas Dendam, Iran Serang...
Balas Dendam, Iran Serang Kapal Kargo AS-Israel MSC Sariska
Trump Damprat Netanyahu:...
Trump Damprat Netanyahu: 'Kau Benar-benar Gila, Kau Sudah Dipenjara Kalau Bukan karena Aku'
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Republikorp-Barzan Holdings...
Republikorp-Barzan Holdings Kerja Sama Pertahanan mulai Senjata hingga Kapal Selam Mini
Tragedi di Wilayah Pemberontak...
Tragedi di Wilayah Pemberontak Myanmar, Puluhan Orang Tewas Akibat Ledakan
Bandara Ben Gurion Israel...
Bandara Ben Gurion Israel Rugi Rp4 Triliun gegara Jadi Tempat Parkir Puluhan Pesawat Militer AS
Rekomendasi
Kemenhaj Serahkan Paket...
Kemenhaj Serahkan Paket Daging Dam Jemaah Haji Indonesia untuk Rakyat Palestina
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Berita Terkini
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved