Koalisi dengan Rusia dan China Menguat, Korea Utara Perkuat Senjata Nuklir
Sabtu, 13 September 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Melansir Al Arabiya, pemimpin Korea Utara tersebut semakin berani setelah perang di Ukraina, mengamankan dukungan penting dari Rusia setelah mengirimkan ribuan pasukan Korea Utara untuk bertempur bersama Moskow.
Moskow dan Pyongyang menandatangani pakta pertahanan bersama tahun lalu ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi negara tertutup tersebut.
Seoul telah berulang kali memperingatkan bahwa Rusia meningkatkan dukungan untuk Pyongyang, termasuk potensi transfer teknologi militer Rusia yang sensitif, sebagai imbalan atas bantuan Korea Utara dalam memerangi Ukraina.
"Intinya, hal ini mencerminkan pandangan (Kim) bahwa kekuatan nuklir saja memiliki batas sebagai pencegah, dan bahwa Pyongyang berusaha meningkatkan kemampuan tempurnya dengan memodernisasi persenjataan konvensionalnya," ujar Hong Min, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, kepada AFP.
"Kerja sama teknologi militer Korea Utara dengan Rusia tampaknya juga meluas ke sektor persenjataan konvensional, dan rencana modernisasi yang disesuaikan dengan 'perang modern' kemungkinan akan dijabarkan sebagai agenda jangka menengah hingga panjang" pada pertemuan mendatang, tambahnya.
Moskow dan Pyongyang menandatangani pakta pertahanan bersama tahun lalu ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi negara tertutup tersebut.
Seoul telah berulang kali memperingatkan bahwa Rusia meningkatkan dukungan untuk Pyongyang, termasuk potensi transfer teknologi militer Rusia yang sensitif, sebagai imbalan atas bantuan Korea Utara dalam memerangi Ukraina.
"Intinya, hal ini mencerminkan pandangan (Kim) bahwa kekuatan nuklir saja memiliki batas sebagai pencegah, dan bahwa Pyongyang berusaha meningkatkan kemampuan tempurnya dengan memodernisasi persenjataan konvensionalnya," ujar Hong Min, analis senior di Institut Unifikasi Nasional Korea, kepada AFP.
"Kerja sama teknologi militer Korea Utara dengan Rusia tampaknya juga meluas ke sektor persenjataan konvensional, dan rencana modernisasi yang disesuaikan dengan 'perang modern' kemungkinan akan dijabarkan sebagai agenda jangka menengah hingga panjang" pada pertemuan mendatang, tambahnya.
Lihat Juga :