Dari Discord hingga Bitchat, Bagaimana Gen Z Menggunakan Teknologi selama Protes di Nepal?
Selasa, 16 September 2025 - 04:50 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran akan penutupan internet yang lebih luas juga mendorong lonjakan unduhan aplikasi pesan Bluetooth Bitchat, yang diciptakan oleh miliarder teknologi Jack Dorsey.
Baca Juga: 5 Hari Dilanda Rusuh, Kondisi Jam Malam Dicabut, Nepal Kembali Normal
"Semuanya berawal dari anak-anak muda yang mengunggah di media sosial tentang korupsi, dan kehidupan mewah yang dijalani anak-anak pemimpin politik."
Tagar seperti #NepoKids, kependekan dari nepotisme, membandingkan pakaian desainer dan liburan mewah yang dipamerkan di unggahan Instagram mereka dengan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Nepal pada umumnya.
Satu unggahan yang disukai 13.000 kali menuduh anak-anak politisi "hidup seperti jutawan", bertanya: "Ke mana perginya uang pajak?"
"NepoKids selalu menjadi tren," termasuk di daerah pedesaan tempat Facebook populer, kata aktivis hak asasi manusia Sanjib Chaudhary.
"Ini memicu api" kemarahan yang "telah berkobar sejak lama", katanya.
Larangan media sosial pemerintah "tidak bertujuan untuk menekan" tren NepoKids, tetapi waktunya membuat orang-orang "melihatnya sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara mereka", kata Rana.
Baca Juga: 5 Hari Dilanda Rusuh, Kondisi Jam Malam Dicabut, Nepal Kembali Normal
2. Penggunaan Media Sosial yang Masif
"Teknologi memainkan... peran yang hampir menentukan," ujar jurnalis Pranaya Rana kepada AFP."Semuanya berawal dari anak-anak muda yang mengunggah di media sosial tentang korupsi, dan kehidupan mewah yang dijalani anak-anak pemimpin politik."
Tagar seperti #NepoKids, kependekan dari nepotisme, membandingkan pakaian desainer dan liburan mewah yang dipamerkan di unggahan Instagram mereka dengan kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Nepal pada umumnya.
Satu unggahan yang disukai 13.000 kali menuduh anak-anak politisi "hidup seperti jutawan", bertanya: "Ke mana perginya uang pajak?"
"NepoKids selalu menjadi tren," termasuk di daerah pedesaan tempat Facebook populer, kata aktivis hak asasi manusia Sanjib Chaudhary.
"Ini memicu api" kemarahan yang "telah berkobar sejak lama", katanya.
3. Pemblokiran Media Sosial
Ketidakpuasan yang mendalam menjadi latar belakang kerusuhan sosial di negara Himalaya tersebut, di kalangan anak muda yang jengkel dengan lambatnya pembangunan ekonomi dan ketidakstabilan politik.Larangan media sosial pemerintah "tidak bertujuan untuk menekan" tren NepoKids, tetapi waktunya membuat orang-orang "melihatnya sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara mereka", kata Rana.
Lihat Juga :