Gempa 7,4 SR Guncang Kamchatka Rusia, Muncul Peringatan Tsunami
Sabtu, 13 September 2025 - 13:27 WIB
loading...
Helikopter memantau lokasi gempa bumi di Kamchatka, Rusia. Foto/Telegram/kbgsras
A
A
A
MOSKOW - Gempa susulan berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) melanda Semenanjung Kamchatka Rusia pada hari Sabtu (13/9/2025), menurut Layanan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Gempa itu memicu peringatan tsunami dan menempatkan semua layanan darurat dalam siaga tinggi.
Gubernur Vladimir Solodov mengatakan getaran di ibu kota regional, Petropavlovsk-Kamchatsky, terasa sekitar pukul 02.37 GMT.
“Semua layanan telah disiagakan... Para spesialis telah mulai memeriksa fasilitas-fasilitas penting dan bangunan tempat tinggal setelah gempa susulan yang kuat,” ungkap Solodov di Telegram.
Meskipun belum ada kerusakan serius yang dilaporkan sejauh ini, para pejabat telah mengimbau warga untuk tetap berhati-hati, terutama di sepanjang pantai.
“Ancaman tsunami telah diumumkan. Kami meminta semua orang untuk sangat berhati-hati ketika mengunjungi Pantai Khalaktyrsky dan daerah-daerah rawan tsunami lainnya,” papar gubernur.
Kementerian Darurat Rusia di Sakhalin mengatakan gelombang setinggi 0,37 meter dapat mencapai Pulau Paramushir dan Shumshu di Distrik Severo-Kurilsky.
“Gelombang yang mencapai pantai tidak akan terlalu tinggi, tetapi WAJIB untuk menjauh dari pantai,” ujar kementerian tersebut. “Jangan mencoba berkendara ke pantai untuk menyaksikan tsunami – itu bisa berbahaya!”
Gempa susulan ini menyusul gempa bumi bersejarah berkekuatan 8,8 skala Richter yang mengguncang Kamchatka pada 30 Juli – gempa terkuat di wilayah tersebut sejak 1952.
Gempa tersebut menggeser semenanjung hampir dua meter, menurunkan sebagian ketinggiannya, dan memicu tsunami hingga ke Jepang dan pesisir Pasifik AS.
Gempa tersebut juga memicu gelombang aktivitas seismik dan vulkanik. Gunung berapi Krasheninnikov meletus untuk pertama kalinya dalam 600 tahun, sementara Klyuchevskaya Sopka, salah satu gunung berapi tertinggi di Eurasia, mengalami letusan terdahsyatnya dalam 70 tahun.
Para ilmuwan mencatat total tujuh gunung berapi aktif setelah gempa tersebut, menyebutnya sebagai "parade letusan" yang langka.
Pihak berwenang terus memantau situasi dengan saksama karena gempa susulan masih terus terjadi. Solodov mengimbau warga untuk "tetap tenang dan hanya memperhatikan informasi dari sumber resmi."
Baca juga: Sushila Karki Dilantik Sebagai PM Nepal Sementara, Protes Gen Z Tewaskan 51 Orang
Gubernur Vladimir Solodov mengatakan getaran di ibu kota regional, Petropavlovsk-Kamchatsky, terasa sekitar pukul 02.37 GMT.
“Semua layanan telah disiagakan... Para spesialis telah mulai memeriksa fasilitas-fasilitas penting dan bangunan tempat tinggal setelah gempa susulan yang kuat,” ungkap Solodov di Telegram.
Meskipun belum ada kerusakan serius yang dilaporkan sejauh ini, para pejabat telah mengimbau warga untuk tetap berhati-hati, terutama di sepanjang pantai.
“Ancaman tsunami telah diumumkan. Kami meminta semua orang untuk sangat berhati-hati ketika mengunjungi Pantai Khalaktyrsky dan daerah-daerah rawan tsunami lainnya,” papar gubernur.
Kementerian Darurat Rusia di Sakhalin mengatakan gelombang setinggi 0,37 meter dapat mencapai Pulau Paramushir dan Shumshu di Distrik Severo-Kurilsky.
“Gelombang yang mencapai pantai tidak akan terlalu tinggi, tetapi WAJIB untuk menjauh dari pantai,” ujar kementerian tersebut. “Jangan mencoba berkendara ke pantai untuk menyaksikan tsunami – itu bisa berbahaya!”
Gempa susulan ini menyusul gempa bumi bersejarah berkekuatan 8,8 skala Richter yang mengguncang Kamchatka pada 30 Juli – gempa terkuat di wilayah tersebut sejak 1952.
Gempa tersebut menggeser semenanjung hampir dua meter, menurunkan sebagian ketinggiannya, dan memicu tsunami hingga ke Jepang dan pesisir Pasifik AS.
Gempa tersebut juga memicu gelombang aktivitas seismik dan vulkanik. Gunung berapi Krasheninnikov meletus untuk pertama kalinya dalam 600 tahun, sementara Klyuchevskaya Sopka, salah satu gunung berapi tertinggi di Eurasia, mengalami letusan terdahsyatnya dalam 70 tahun.
Para ilmuwan mencatat total tujuh gunung berapi aktif setelah gempa tersebut, menyebutnya sebagai "parade letusan" yang langka.
Pihak berwenang terus memantau situasi dengan saksama karena gempa susulan masih terus terjadi. Solodov mengimbau warga untuk "tetap tenang dan hanya memperhatikan informasi dari sumber resmi."
Baca juga: Sushila Karki Dilantik Sebagai PM Nepal Sementara, Protes Gen Z Tewaskan 51 Orang
(sya)
Lihat Juga :