4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Jum'at, 12 September 2025 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Secara geopolitik, dukungan Arab Saudi tidak hanya bermakna simbolik. Dengan kekuatan militer terbesar di Teluk dan posisi strategis sebagai "penjaga dua kota suci Islam”, komitmen Arab Saudi dapat menekan Israel sekaligus menarik simpati luas dari dunia Muslim.
Pemerintah Abu Dhabi menyebut serangan Israel terhadap Doha sebagai “pengkhianatan” dan menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk bersifat tak terpisahkan.
Laporan The National menyebutkan bahwa Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan sedang melakukan tur ke berbagai negara Teluk untuk menyelaraskan langkah kolektif melawan Israel.
Langkah UEA ini menandai pergeseran diplomatik penting. Dari negara yang sempat membuka hubungan resmi dengan Israel, kini UEA menunjukkan kesiapan untuk kembali mengutamakan solidaritas Teluk.
Sikap UEA ini juga dapat memicu "domino effect" bagi negara-negara Arab lain yang masih menjaga hubungan terbatas dengan Israel.
Menurut laporan Qatar Tribune, Kuwait mengutuk keras serangan Israel dan menyatakan dukungan penuh atas semua langkah yang akan diambil Qatar untuk mempertahankan kedaulatan dan stabilitasnya.
Dukungan Kuwait konsisten dengan tradisi politik luar negerinya yang proaktif dalam mendukung isu-isu Arab, khususnya perjuangan Palestina. Bagi Kuwait, serangan ke Qatar bukan hanya soal solidaritas Teluk, tetapi juga simbol perlawanan terhadap pelanggaran hukum internasional oleh Israel.
Al Jazeera melaporkan bahwa Amman menilai serangan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, sekaligus ancaman bagi stabilitas kawasan. Pemerintah Yordania menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Qatar dalam mempertahankan kedaulatannya.
Posisi Yordania sangat penting karena negara ini memiliki perbatasan langsung dengan Israel dan pengalaman panjang dalam konflik regional.
2. Uni Emirat Arab (UEA)
Uni Emirat Arab yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara penandatangan Abraham Accords (perjanjian normalisasi dengan Israel tahun 2020) kini mengambil sikap berbeda.Pemerintah Abu Dhabi menyebut serangan Israel terhadap Doha sebagai “pengkhianatan” dan menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk bersifat tak terpisahkan.
Laporan The National menyebutkan bahwa Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan sedang melakukan tur ke berbagai negara Teluk untuk menyelaraskan langkah kolektif melawan Israel.
Langkah UEA ini menandai pergeseran diplomatik penting. Dari negara yang sempat membuka hubungan resmi dengan Israel, kini UEA menunjukkan kesiapan untuk kembali mengutamakan solidaritas Teluk.
Sikap UEA ini juga dapat memicu "domino effect" bagi negara-negara Arab lain yang masih menjaga hubungan terbatas dengan Israel.
3. Kuwait
Kuwait, meski relatif kecil secara geografis, dikenal memiliki posisi politik yang tegas dalam isu Palestina dan konflik Timur Tengah.Menurut laporan Qatar Tribune, Kuwait mengutuk keras serangan Israel dan menyatakan dukungan penuh atas semua langkah yang akan diambil Qatar untuk mempertahankan kedaulatan dan stabilitasnya.
Dukungan Kuwait konsisten dengan tradisi politik luar negerinya yang proaktif dalam mendukung isu-isu Arab, khususnya perjuangan Palestina. Bagi Kuwait, serangan ke Qatar bukan hanya soal solidaritas Teluk, tetapi juga simbol perlawanan terhadap pelanggaran hukum internasional oleh Israel.
4. Yordania
Meski bukan anggota GCC (Dewan Kerjasama Teluk), Yordania dengan cepat menyuarakan dukungan terhadap Qatar.Al Jazeera melaporkan bahwa Amman menilai serangan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, sekaligus ancaman bagi stabilitas kawasan. Pemerintah Yordania menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Qatar dalam mempertahankan kedaulatannya.
Posisi Yordania sangat penting karena negara ini memiliki perbatasan langsung dengan Israel dan pengalaman panjang dalam konflik regional.
Lihat Juga :