Influencer Nepal Tuding Banyak Perempuan Diperkosa karena Ikut Demonstrasi
Rabu, 10 September 2025 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Generasi Z Nepal Tuntut Pengunduran Diri Massal Pejabat Pemerintah
Menurut Drishti Adhikari, seorang TikToker dari Nepal, sebagian besar demonstran tidak bersenjata dan damai, tetapi "pemerintah membalas kami dengan gas air mata, peluru karet, dan kemudian tembakan langsung."
"Di antara korban tewas, salah satunya adalah seorang siswa berseragam sekolah, terlihat tewas di jalan. Prinsip dasar PBB tentang penggunaan kekuatan dan senjata api menyatakan bahwa kekuatan mematikan hanya dapat digunakan sebagai upaya terakhir, semata-mata untuk menyelamatkan nyawa dan tidak pernah untuk membubarkan kerumunan bersenjata atau di tempat yang terdapat anak-anak," katanya.
"Apa yang terjadi tidak sesuai hukum dan merupakan pelanggaran hak asasi manusia internasional."
Sebuah video juga viral dari Nepal, di mana seorang perempuan, yang tampaknya seorang dokter, mengklaim bahwa petugas polisi memasuki rumah sakit dan menembak pasien di sana.
Menurut Drishti Adhikari, seorang TikToker dari Nepal, sebagian besar demonstran tidak bersenjata dan damai, tetapi "pemerintah membalas kami dengan gas air mata, peluru karet, dan kemudian tembakan langsung."
"Di antara korban tewas, salah satunya adalah seorang siswa berseragam sekolah, terlihat tewas di jalan. Prinsip dasar PBB tentang penggunaan kekuatan dan senjata api menyatakan bahwa kekuatan mematikan hanya dapat digunakan sebagai upaya terakhir, semata-mata untuk menyelamatkan nyawa dan tidak pernah untuk membubarkan kerumunan bersenjata atau di tempat yang terdapat anak-anak," katanya.
"Apa yang terjadi tidak sesuai hukum dan merupakan pelanggaran hak asasi manusia internasional."
Sebuah video juga viral dari Nepal, di mana seorang perempuan, yang tampaknya seorang dokter, mengklaim bahwa petugas polisi memasuki rumah sakit dan menembak pasien di sana.
Lihat Juga :