7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalanan, Salah Satunya Tren #NepoBaby dan #NepoKids

Rabu, 10 September 2025 - 19:04 WIB
loading...
A A A
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan universitas di kota-kota besar Nepal - Kathmandu, Pokhara, dan Itahari - diundang untuk bergabung dengan seragam, sambil memegang buku, sementara video yang beredar di media sosial menunjukkan bahkan anak-anak sekolah pun berpartisipasi dalam pawai.

5. Menuntut Diakhirinya Praktik Korupsi

Dua tuntutan utama mereka jelas: pemerintah mencabut larangan media sosial, yang kini telah terjadi, dan para pejabat mengakhiri apa yang mereka sebut "praktik korupsi".

Para pengunjuk rasa, kebanyakan mahasiswa, mengaitkan pemblokiran media sosial dengan pembatasan kebebasan berbicara, dan tuduhan korupsi yang meluas di kalangan politisi.

"Kami ingin mengakhiri korupsi di Nepal," ujar Binu KC, seorang mahasiswa berusia 19 tahun, kepada BBC Nepali. "Para pemimpin hanya menjanjikan satu hal selama pemilu, tetapi tidak pernah menepatinya. Mereka adalah penyebab dari begitu banyak masalah." Ia menambahkan bahwa larangan media sosial telah mengganggu pendidikannya, membatasi akses ke kelas daring dan sumber belajar.

Subhana Budhathoki, seorang kreator konten, menyuarakan rasa frustrasinya: "Generasi Z tidak akan berhenti sekarang. Protes ini bukan hanya tentang media sosial - ini tentang membungkam suara kami, dan kami tidak akan membiarkan itu terjadi."

6. Meluas dengan #Nepo Baby dan #Nepo Kids.

Apa itu tren 'NepoKids' dan bagaimana kaitannya dengan protes-protes ini? Ciri khas protes ini adalah meluasnya penggunaan dua slogan #Nepo Baby dan #Nepo Kids.

Kedua istilah ini semakin populer di media sosial dalam beberapa minggu terakhir setelah sejumlah video yang menunjukkan gaya hidup mewah para politisi dan keluarga mereka menjadi viral di Nepal.

Para pengunjuk rasa berpendapat bahwa orang-orang ini menikmati kesuksesan dan kemewahan tanpa pamrih, hidup dari uang publik sementara rakyat Nepal biasa berjuang.

Video viral di TikTok dan Instagram telah membandingkan gaya hidup mewah keluarga politik — yang melibatkan pakaian desainer, perjalanan ke luar negeri, dan mobil mewah — dengan kenyataan pahit yang dihadapi kaum muda, termasuk pengangguran dan migrasi paksa.

Slogan-slogan tersebut telah menjadi simbol frustrasi yang lebih mendalam terhadap ketimpangan, karena para pengunjuk rasa membandingkan kehidupan kaum elit dengan kehidupan warga biasa.

7. Mewujudkan Transformasi Pemerintahan

Meskipun perdana menteri telah mengundurkan diri, belum jelas siapa yang akan menggantikannya—atau apa yang akan terjadi selanjutnya, karena tampaknya tidak ada yang bertanggung jawab.

Beberapa pemimpin, termasuk para menteri, dilaporkan telah berlindung di pasukan keamanan.

Para pengunjuk rasa sejauh ini sebagian besar telah menentang jam malam tanpa batas waktu di Kathmandu dan sekitarnya.

Para pengunjuk rasa menuntut akuntabilitas dan reformasi dalam pemerintahan. Namun, jika pemerintah gagal terlibat secara signifikan, para analis memperingatkan bahwa kerusuhan dapat semakin meningkat, terutama karena mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil ikut serta.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Unjuk Rasa di DPR, Massa...
Unjuk Rasa di DPR, Massa HMI Bawa Boneka Jelangkung
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Suap Rp61,7 Miliar ke...
Suap Rp61,7 Miliar ke Pejabat Bea Cukai, Bos Blueray Cargo Dituntut 3 Tahun Penjara
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved