Mahasiswa RI di Belanda Meninggal saat Dampingi Pejabat Kunker, EO Diminta Bertanggung Jawab
Selasa, 09 September 2025 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut hasil autopsi forensik, korban kemungkinan besar mengalami heatstroke (sengatan panas) berkaitan dengan kurangnya cairan dan asupan nutrisi yang mengakibatkan electrolyte imbalances (ketidakseimbangan elektrolit) dan hypoglycemia (kadar gula darah turun dibawah kadar normal) yang berujung pada stroke.
Korban mengalami kondisi itu setelah dari pagi hingga malam hari beraktivitas sebagai pemandu para pejabat.
"Kendati begitu, saat almarhum meninggal dunia pada Rabu (27/8/2025), tidak ada permintaan maaf maupun pertanggungjawaban dan transparansi dari pihak event organizer (EO) maupun koordinator liaison officer (LO) kepada keluarga almarhum yang datang ke Wina untuk mengurus jenazah," lanjut pernyataan PPI Belanda.
"Alih-alih mengunjungi tempat penginapan saat almarhum mengembuskan nafas terakhir, acara kunjungan kerja terus bergulir di mana pihak EO justru terus sibuk mengurus persiapan acara makan-makan bersama pejabat publik di restoran," imbuh pernyataan tersebut.
Menurut PPI Belanda, tidak ada upaya dari pihak EO, koordinator LO, maupun pejabat publik yang hadir untuk menemui keluarga. Pihak keluarga juga menyampaikan adanya indikasi penutupan keterangankegiatan apa dan siapa yang dipandu korban di Wina dari pihak EO.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Judha Nugraha, mengatakan EO seharusnya bertanggung jawab atas keselamatan mahasiswa yang bersangkutan. Alasannya, EO yang mengatur kegiatan tersebut.
Korban mengalami kondisi itu setelah dari pagi hingga malam hari beraktivitas sebagai pemandu para pejabat.
"Kendati begitu, saat almarhum meninggal dunia pada Rabu (27/8/2025), tidak ada permintaan maaf maupun pertanggungjawaban dan transparansi dari pihak event organizer (EO) maupun koordinator liaison officer (LO) kepada keluarga almarhum yang datang ke Wina untuk mengurus jenazah," lanjut pernyataan PPI Belanda.
"Alih-alih mengunjungi tempat penginapan saat almarhum mengembuskan nafas terakhir, acara kunjungan kerja terus bergulir di mana pihak EO justru terus sibuk mengurus persiapan acara makan-makan bersama pejabat publik di restoran," imbuh pernyataan tersebut.
Menurut PPI Belanda, tidak ada upaya dari pihak EO, koordinator LO, maupun pejabat publik yang hadir untuk menemui keluarga. Pihak keluarga juga menyampaikan adanya indikasi penutupan keterangankegiatan apa dan siapa yang dipandu korban di Wina dari pihak EO.
Kemlu Minta EO Bertanggung Jawab
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, Judha Nugraha, mengatakan EO seharusnya bertanggung jawab atas keselamatan mahasiswa yang bersangkutan. Alasannya, EO yang mengatur kegiatan tersebut.
Lihat Juga :