Venezuela Kirim 25.000 Tentara ke Perbatasan untuk Hadapi Invasi AS

Selasa, 09 September 2025 - 01:10 WIB
loading...
Venezuela Kirim 25.000...
Venezuela kirim 25.000 pasukan ke perbatasan untuk hadapi invasi AS. Foto/X
A A A
CARACAS - Venezuela akan meningkatkan pengerahan militernya di negara-negara pesisir dan perbatasan di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS. Langkah ini diambil setelah Washington mengirimkan beberapa kapal perang ke Karibia Selatan bulan lalu dalam operasi yang disebutnya sebagai operasi melawan kartel narkoba.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengumumkan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah memerintahkan pengerahan "semua pasukan dan peralatan yang tersedia" ke negara bagian Zulia, Falcon, Nueva Esparta, Sucre, dan Delta Amacuro.

Ia menambahkan bahwa Caracas akan meningkatkan pengerahan pasukan dari sekitar 10.000 menjadi 25.000, dengan menekankan bahwa wilayah tersebut merupakan "jalur perdagangan narkoba."

"Tidak seorang pun akan menginjakkan kaki di tanah ini dan melakukan apa yang seharusnya kami lakukan," kata Padrino dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.

BacaJuga: Penembakan di Yerusalem Tewaskan 5 Orang, Motif Belum Terungkap

Bulan lalu, Venezuela juga mengerahkan 15.000 tentara ke perbatasannya dengan Kolombia.

Pengerahan pasukan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington selama berminggu-minggu. AS telah mengerahkan tiga kapal perang dan sekitar 4.000 tentara ke Karibia Selatan, dengan mengatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melawan kartel narkoba.

Pekan lalu, Angkatan Laut AS menenggelamkan sebuah kapal yang diklaim mengangkut narkoba dari Venezuela, menewaskan 11 orang.

Setelah insiden tersebut, dua jet Venezuela melakukan penerbangan melintasi sebuah kapal perang AS. Presiden Donald Trump mengatakan pesawat-pesawat Venezuela dapat ditembak jatuh jika mereka menimbulkan ancaman bagi kapal-kapal Amerika.

Meskipun Washington mengklaim bahwa operasinya difokuskan pada pemberantasan perdagangan narkoba, Maduro menuduh AS mengupayakan pergantian rezim di Venezuela.

Ia mendesak Washington untuk membatalkan rencana yang dituduhkan, dengan mengatakan bahwa ia menghormati Trump dan bahwa Caracas terbuka untuk berdialog. Ia juga berjanji akan mendeklarasikan Venezuela sebagai "republik bersenjata" jika diserang.

Pekan lalu, Trump membantah mengupayakan pergantian rezim, tetapi mempertanyakan legitimasi Maduro. Ia juga berpendapat bahwa kematian ratusan ribu warga Amerika akibat narkoba membenarkan perluasan aktivitas militer AS di Karibia.

AS saat ini menawarkan hadiah USD50 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, menuduhnya berkolaborasi dengan kelompok kejahatan terorganisir. Maduro telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved