Penembakan di Yerusalem Tewaskan 5 Orang, Motif Belum Terungkap
Senin, 08 September 2025 - 16:15 WIB
loading...
Penembakan di Yerusalem tewaskan lima orang. Foto/X/@NetanelWorthy
A
A
A
YERUSALEM - Sebuah serangan penembakan di Yerusalem pada Senin pagi menewaskan lima orang dan melukai beberapa lainnya. Para pria bersenjata melepaskan tembakan di pintu masuk Persimpangan Ramot menuju Yerusalem, sebuah persimpangan utama di bagian utara kota, di jalan yang mengarah ke permukiman Yahudi yang terletak di Yerusalem timur.
Para penyerang memasuki sebuah bus dan melepaskan tembakan. Layanan paramedis Israel, Magen David Adom, yang awalnya melaporkan 15 orang terluka, mengatakan korban kelima meninggal di rumah sakit.
Tujuh orang berada dalam kondisi serius dan telah dibawa ke rumah sakit di Yerusalem, dari total 12 orang yang terluka saat ini.
Polisi mengatakan para penyerang "dinetralkan" segera setelah penembakan dimulai. Identitas mereka belum diketahui.
Media Israel melaporkan bahwa para pria bersenjata menggunakan senapan mesin ringan Carl Gustav atau "Carlo" rakitan dalam serangan tersebut, berdasarkan rekaman dari tempat kejadian.
Senjata rakitan tersebut, yang menggunakan amunisi 9 milimeter yang mirip dengan Uzi buatan Israel, dapat dengan mudah dibuat dari senapan M4 yang hilang atau dicuri, yang biasa digunakan oleh militer Israel.
Baca Juga: Kapal Perang Kanada dan Australia Transit di Taiwan, China Marah Besar
Di masa lalu, senjata ini telah digunakan oleh Brigade al-Qassam Hamas dan unit Al-Quds Jihad Islam, sementara juga tetap populer di kalangan geng kriminal di Amerika Selatan dan Karibia.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia sedang melakukan "penilaian situasi" dengan para kepala keamanan negara itu setelah serangan tersebut.
Perang Israel-Hamas di Gaza telah mengakibatkan peningkatan serangan dan kekerasan lainnya di Israel.
Meskipun telah terjadi serangan yang tersebar selama beberapa bulan terakhir, serangan penembakan massal mematikan terakhir terjadi pada Oktober 2024, ketika dua warga Palestina dari Tepi Barat melepaskan tembakan di jalan raya pusat dan stasiun kereta ringan di wilayah Tel Aviv.
Beberapa orang tewas dan lainnya luka-luka. Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Menurut polisi, kedua pria itu melepaskan tembakan di lingkungan Jaffa di kota terbesar Israel, menembak ke gerbong kereta di stasiun yang penuh sesak dengan penumpang.
Para penyerang memasuki sebuah bus dan melepaskan tembakan. Layanan paramedis Israel, Magen David Adom, yang awalnya melaporkan 15 orang terluka, mengatakan korban kelima meninggal di rumah sakit.
Tujuh orang berada dalam kondisi serius dan telah dibawa ke rumah sakit di Yerusalem, dari total 12 orang yang terluka saat ini.
Polisi mengatakan para penyerang "dinetralkan" segera setelah penembakan dimulai. Identitas mereka belum diketahui.
Media Israel melaporkan bahwa para pria bersenjata menggunakan senapan mesin ringan Carl Gustav atau "Carlo" rakitan dalam serangan tersebut, berdasarkan rekaman dari tempat kejadian.
Senjata rakitan tersebut, yang menggunakan amunisi 9 milimeter yang mirip dengan Uzi buatan Israel, dapat dengan mudah dibuat dari senapan M4 yang hilang atau dicuri, yang biasa digunakan oleh militer Israel.
Baca Juga: Kapal Perang Kanada dan Australia Transit di Taiwan, China Marah Besar
Di masa lalu, senjata ini telah digunakan oleh Brigade al-Qassam Hamas dan unit Al-Quds Jihad Islam, sementara juga tetap populer di kalangan geng kriminal di Amerika Selatan dan Karibia.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia sedang melakukan "penilaian situasi" dengan para kepala keamanan negara itu setelah serangan tersebut.
Perang Israel-Hamas di Gaza telah mengakibatkan peningkatan serangan dan kekerasan lainnya di Israel.
Meskipun telah terjadi serangan yang tersebar selama beberapa bulan terakhir, serangan penembakan massal mematikan terakhir terjadi pada Oktober 2024, ketika dua warga Palestina dari Tepi Barat melepaskan tembakan di jalan raya pusat dan stasiun kereta ringan di wilayah Tel Aviv.
Beberapa orang tewas dan lainnya luka-luka. Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Menurut polisi, kedua pria itu melepaskan tembakan di lingkungan Jaffa di kota terbesar Israel, menembak ke gerbong kereta di stasiun yang penuh sesak dengan penumpang.
(ahm)
Lihat Juga :