4 Fakta Putusnya Kabel Laut Merah yang Mengganggu Internet di Asia dan Timur Tengah

Selasa, 09 September 2025 - 03:35 WIB
loading...
A A A
Kabel bawah laut sebagian besar dikelola oleh entitas swasta, termasuk raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, dan Meta, operator telekomunikasi, dan penyedia layanan internet, yang mendanai dan memelihara jaringan ini bersama-sama. Meskipun lembaga pemerintah dan konvensi internasional menyediakan kerangka kerja regulasi, operasional dan kepemilikan sehari-hari sebagian besar dilakukan oleh pihak swasta.

3. Konektivitas Internet Mengalami Gangguan

Kabel bawah laut di beberapa wilayah Asia dan Timur Tengah mengalami gangguan, yang mengancam konektivitas internet yang melambat di banyak negara.

NetBlocks, yang memantau akses internet, mengatakan "serangkaian pemadaman kabel bawah laut di Laut Merah telah menurunkan konektivitas internet di banyak negara," termasuk India dan Pakistan. NetBlocks menyalahkan "kegagalan yang memengaruhi sistem kabel SMW4 dan IMEWE di dekat Jeddah, Arab Saudi."

Kabel Asia Tenggara–Timur Tengah–Eropa Barat 4 dioperasikan oleh Tata Communications, bagian dari konglomerat India. Kabel India-Timur Tengah-Eropa Barat dioperasikan oleh konsorsium lain yang diawasi oleh Alcatel-Lucent.

Kedua perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pakistan Telecommunications Co. Ltd., raksasa telekomunikasi di negara itu, mencatat bahwa pemutusan telah terjadi dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

4. Kabel Laut Bisa Dipotong dengan Jangkar Kapal

Kabel bawah laut dapat dipotong dengan jangkar yang dijatuhkan dari kapal, tetapi juga dapat menjadi sasaran serangan. Perbaikan kabel di kapal dapat memakan waktu berminggu-minggu, dan awak kapal harus menempatkan diri mereka di atas kabel yang rusak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved