Ayatollah Khamenei: Musuh Paksakan Skenario 'Tak Ada Perang, Tak Ada Perdamaian' terhadap Iran
Senin, 08 September 2025 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
"Negara-negara yang memprotes (Israel) hari ini, baik Islam maupun non-Islam, terutama negara-negara Islam, harus sepenuhnya memutus hubungan dagang mereka dengan rezim Zionis dan bahkan memutuskan hubungan politik, mengisolasinya lebih dari yang sudah ada," ujarnya.
"Saat ini, tentu saja, rezim Zionis yang keji adalah pemerintahan yang paling terisolasi di dunia. Tidak diragukan lagi. Ia adalah pemerintahan yang paling dibenci di dunia. Namun, ia bisa diisolasi lebih jauh lagi," paparnya.
Dia kemudian memerintahkan Kementerian Luar Negeri pemerintahan Pezeshkian untuk menyarankan pemerintah lain agar memutuskan hubungan mereka dengan Israel.
Khamenei dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Perjanjian Abraham yang ditengahi Presiden AS Donald Trump, telah menyarankan negara-negara Islam untuk tidak menormalisasi hubungan mereka dengan Negara Yahudi tersebut.
Pada bulan Mei, dia memperingatkan Arab Saudi agar tidak menjalin hubungan baik dengan Israel, dengan mengatakan bahwa kerja sama dengan Washington dan Tel Aviv sama saja dengan "penindasan".
Di sisi lain, Khamenei mengeluhkan apa yang dia sebut rendahnya produksi dan penjualan minyak, tanpa mengakui dampak isolasi dan sanksi internasional terhadap sektor energinya.
"Produksi minyak di Iran, meskipun penting bagi perekonomian nasional, berada pada tingkat yang rendah. Metode produksi kami sudah ketinggalan zaman. Peralatan dan tekniknya sudah tua," ujarnya.
"Kami tertinggal dari banyak negara kaya minyak lainnya di dunia," paparnya.
"Saat ini, tentu saja, rezim Zionis yang keji adalah pemerintahan yang paling terisolasi di dunia. Tidak diragukan lagi. Ia adalah pemerintahan yang paling dibenci di dunia. Namun, ia bisa diisolasi lebih jauh lagi," paparnya.
Dia kemudian memerintahkan Kementerian Luar Negeri pemerintahan Pezeshkian untuk menyarankan pemerintah lain agar memutuskan hubungan mereka dengan Israel.
Khamenei dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah Perjanjian Abraham yang ditengahi Presiden AS Donald Trump, telah menyarankan negara-negara Islam untuk tidak menormalisasi hubungan mereka dengan Negara Yahudi tersebut.
Pada bulan Mei, dia memperingatkan Arab Saudi agar tidak menjalin hubungan baik dengan Israel, dengan mengatakan bahwa kerja sama dengan Washington dan Tel Aviv sama saja dengan "penindasan".
Di sisi lain, Khamenei mengeluhkan apa yang dia sebut rendahnya produksi dan penjualan minyak, tanpa mengakui dampak isolasi dan sanksi internasional terhadap sektor energinya.
"Produksi minyak di Iran, meskipun penting bagi perekonomian nasional, berada pada tingkat yang rendah. Metode produksi kami sudah ketinggalan zaman. Peralatan dan tekniknya sudah tua," ujarnya.
"Kami tertinggal dari banyak negara kaya minyak lainnya di dunia," paparnya.
Lihat Juga :