Ketika Pasukan Khusus AS Gagal Sadap Kim Jong-un lalu Bantai 3 Warga Sipil Korut

Minggu, 07 September 2025 - 13:59 WIB
loading...
A A A
Menurut laporan investigasi The New York Times, pasukan SEAL ditugaskan untuk menyelinap ke pantai terpencil di Korea Utara untuk memasang alat penyadap elektronik yang dapat menyadap pesan dari Kim Jong-un.

Pada saat itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara meningkat dengan Kim dan Presiden Donald Trump yang memperingatkan adanya konflik terkait program nuklir Pyongyang.

Trump telah berulang kali menggunakan Twitter, yang kini bernama X, untuk mengeluarkan ancaman kepada Kim Jong-un. Pertemuan puncak kedua pemimpin pada tahun 2018 menandai jeda dalam uji coba senjata nuklir dan rudal, dan kedua pemimpin sedang mempersiapkan pertemuan puncak kedua, kala itu di Hanoi pada Februari 2019.

Militer ditugaskan untuk memasang alat penyadap agar AS dapat memperoleh informasi intelijen yang lebih baik sebelum pertemuan tersebut.

Menurut laporan itu, Trump mengesahkan misi tersebut, memerintahkan personel militer AS untuk menyusup ke negara berdaulat yang selama beberapa dekade telah bersiap untuk dimulainya kembali perang di semenanjung Korea melawan pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Komando Operasi Khusus Gabungan mempersiapkan operasi besar-besaran yang melibatkan kapal selam, SEAL Team 6, Tim Kendaraan Pengiriman SEAL 1, dan beberapa aset militer lainnya termasuk kapal dan pesawat Angkatan Laut yang membawa pasukan operasi khusus tambahan yang ditempatkan sebagai cadangan.

Terdapat masalah yang langsung muncul. Karena keamanan Korea Utara, pasukan SEAL harus terjun bebas, tanpa drone atau pesawat di atas kepala yang menyiarkan gambar atau informasi intelijen. Setelah dikerahkan, pasukan SEAL sebagian besar akan bekerja sendiri.

Pada awal 2019, pasukan SEAL dikerahkan dengan dua kapal selam mini dari sebuah kapal selam Angkatan Laut. Mereka parkir sekitar 100 yard dari pantai di bawah air—salah satunya harus putar balik setelah melewati titik pendaratan—dan berenang mendekat, sesekali mengintip ke atas air.

Namun, sebuah perahu kecil yang membawa tiga orang dengan pakaian selam sudah berada di titik pendaratan yang kosong. Perahu itu bergerak menuju kapal selam dan seorang pria dengan pakaian selam melompat ke laut. Menurut laporan The New York Times, seorang anggota SEAL senior dari tim penyerang melepaskan tembakan, diikuti oleh anggota SEAL lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved