Ketika Pasukan Khusus AS Gagal Sadap Kim Jong-un lalu Bantai 3 Warga Sipil Korut
Minggu, 07 September 2025 - 13:59 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga warga sipil Korut tersebut, yang merupakan nelayan di atas kapal tewas dibantai dan misi SEAL dibatalkan.
Para anggota SEAL menenggelamkan mayat-mayat tersebut ke dasar laut dan kembali ke kapal selam. Kemudian dipastikan bahwa ketiga orang yang tewas adalah nelayan sipil.
Baik Pyongyang maupun Washington tidak mengonfirmasi operasi yang gagal tersebut—masih belum jelas apakah Pyongyang telah mengetahui operasi itu.
Kim Jong-un dan Trump bertemu selama dua hari pada akhir Februari di Hanoi dan sekali lagi pada musim panas di Zona Demiliterisasi Korea.
Ketika Presiden Joe Biden menjabat pada tahun 2021, dia dan menteri pertahanannya, Lloyd Austin, memerintahkan penyelidikan atas misi tahun 2019. Anggota-anggota kunci Kongres kemudian diberitahu tentang temuan tersebut.
Laporan The New York Times juga mengungkapkan infiltrasi lain oleh SEAL dua dekade sebelumnya. Menurut surat kabar tersebut, sebuah tim Navy SEAL menyeberang ke Korea Utara pada tahun 2005 atas perintah dari Presiden George W Bush saat itu.
Korea Utara tetap mempertahankan program nuklirnya. Negara ini diyakini memiliki beberapa lusin hulu ledak nuklir.
Para anggota SEAL menenggelamkan mayat-mayat tersebut ke dasar laut dan kembali ke kapal selam. Kemudian dipastikan bahwa ketiga orang yang tewas adalah nelayan sipil.
Baik Pyongyang maupun Washington tidak mengonfirmasi operasi yang gagal tersebut—masih belum jelas apakah Pyongyang telah mengetahui operasi itu.
Kim Jong-un dan Trump bertemu selama dua hari pada akhir Februari di Hanoi dan sekali lagi pada musim panas di Zona Demiliterisasi Korea.
Ketika Presiden Joe Biden menjabat pada tahun 2021, dia dan menteri pertahanannya, Lloyd Austin, memerintahkan penyelidikan atas misi tahun 2019. Anggota-anggota kunci Kongres kemudian diberitahu tentang temuan tersebut.
Laporan The New York Times juga mengungkapkan infiltrasi lain oleh SEAL dua dekade sebelumnya. Menurut surat kabar tersebut, sebuah tim Navy SEAL menyeberang ke Korea Utara pada tahun 2005 atas perintah dari Presiden George W Bush saat itu.
Korea Utara tetap mempertahankan program nuklirnya. Negara ini diyakini memiliki beberapa lusin hulu ledak nuklir.
(mas)
Lihat Juga :