Navy SEAL Gelar Misi Rahasia di Korea Utara, Gagal atau Sukses?

Sabtu, 06 September 2025 - 18:35 WIB
loading...
Navy SEAL Gelar Misi...
Navy SEAL gelar operasi rahasia di Korea Utara. Foto/X/@TheDaily_Coach
A A A
WASHINGTON - Unit operasi khusus elit Angkatan Laut AS, Navy SEAL Team Six, melakukan misi rahasia di Korea Utara yang melanggar hukum internasional dan menewaskan warga sipil. Itu dilaporkan The New York Times.

Operasi tahun 2019, yang dilaporkan disahkan oleh Presiden Donald Trump selama masa jabatan pertamanya, mengirim pasukan komando untuk memasang perangkat pengawasan yang dirancang untuk menyadap komunikasi pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Informasi intelijen tersebut dimaksudkan untuk memperkuat pengaruh AS selama negosiasi nuklir antara Kim dan Trump.

Para pejabat yang diberi pengarahan tentang misi tersebut mengatakan kepada outlet tersebut bahwa SEAL Team Six – unit yang paling dikenal karena membunuh Osama bin Laden pada tahun 2011 – diluncurkan dari kapal selam dan menggunakan kapal selam mini untuk mendekati pantai Korea Utara.

Baca Juga: 10 Negara Bebas Konflik di Dunia, Ada 2 Tetangga Indonesia

Namun, di tengah gelapnya malam, tim tersebut gagal menyadari keberadaan beberapa pria di perahu terdekat. Karena mengira mereka adalah pasukan musuh, SEAL melepaskan tembakan, menewaskan dua atau tiga nelayan tak bersenjata.

Mereka kemudian dilaporkan mengambil jenazah, menusuk paru-paru mereka agar tenggelam, dan meninggalkan misi sebelum mencapai lokasi target.

Gangguan komunikasi dan pengawasan dilaporkan memperparah masalah. Para komandan di kapal selam pendukung tidak dapat mempertahankan kontak radio, drone tidak tersedia, dan citra satelit sudah usang, sehingga tim tersebut tidak memiliki informasi intelijen yang andal.

Tinjauan militer selanjutnya menyimpulkan bahwa pembunuhan tersebut disebabkan oleh "rangkaian kejadian tak terduga yang tidak disengaja" alih-alih pelanggaran, tetapi temuan tersebut tetap dirahasiakan.

Misi tersebut tidak pernah diungkapkan kepada Kongres, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya pengawasan, dan mungkin telah melanggar hukum AS.

Korea Utara tidak pernah mengakui insiden tersebut, dan masih belum jelas apakah Pyongyang pernah mengetahuinya hingga saat ini.

Pada tahun 2019, Trump berupaya mencapai terobosan dengan Kim terkait program nuklir Korea Utara, tetapi perundingan gagal dan Pyongyang terus maju. Washington kini memperkirakan Korea Utara memiliki sekitar 50 hulu ledak nuklir dan rudal yang mampu menghantam AS.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved