10 Negara Bebas Konflik di Dunia, Ada 2 Tetangga Indonesia

Sabtu, 06 September 2025 - 14:39 WIB
loading...
A A A
Negara ini memiliki salah satu tingkat kejahatan terendah di Eropa, termasuk penurunan tindak pidana kekerasan dan angka pembunuhan di bawah 1 per 100.000 orang. Investasi dalam inklusi sosial, pendidikan pemuda, dan kebijakan dekriminalisasi narkoba telah menghasilkan dividen jangka panjang dalam stabilitas masyarakat.

Peradilan beroperasi secara independen, dan pasukan keamanan profesional dan terkendali. Stabilitas politik, keterlibatan militer yang minimal, dan kualitas hidup yang tinggi membantu Portugal menjaga perdamaian di dalam dan luar negeri.

8. Denmark (1,382)

Secara konsisten menempati peringkat sepuluh besar Indeks Perdamaian Global, Denmark memiliki tata kelola yang stabil dengan model sosial egaliter untuk menciptakan keamanan yang luar biasa. Monarki konstitusionalnya yang telah berusia berabad-abad mendorong konsensus politik, lembaga yang transparan, dan peradilan yang independen, sementara penyangga kesejahteraan yang besar mengurangi ketimpangan dan ketegangan sosial.

Pendidikan yang komprehensif, layanan kesehatan yang hampir universal, dan kebijakan kesehatan mental yang proaktif mendukung kesejahteraan masyarakat, membantu menjaga tingkat kejahatan kekerasan tetap berada di antara yang terendah di Eropa.

Di tingkat internasional, Denmark mengupayakan diplomasi kooperatif melalui NATO dan Uni Eropa, menghindari konflik eksternal. Dikombinasikan dengan kepolisian yang tepercaya, infrastruktur yang tangguh, dan populasi yang menghargai kohesi sosial, faktor-faktor ini menjadikan Denmark salah satu masyarakat teraman di dunia saat ini.

9. Slovenia (1,395)

Posisi Slovenia di antara sepuluh besar Indeks Perdamaian Global didasarkan pada keharmonisan sosial, pemerintahan yang baik, dan geografi yang tenteram. Sebagai republik parlementer yang stabil, negara ini menikmati ketimpangan yang sangat rendah (Gini 23,4) dan salah satu tingkat kejahatan terkecil di Eropa.

Pengadilan yang independen, kepolisian yang responsif, dan pendidikan yang hampir universal menumbuhkan kepercayaan pada lembaga-lembaga, sementara keanggotaan Uni Eropa dan NATO memperkuat posisi internasionalnya yang aman.

Populasi yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa ini diuntungkan oleh pendapatan per kapita yang tinggi, layanan sosial yang luas, dan layanan kesehatan yang sangat baik, sehingga mengurangi ketegangan sosial. Lingkungan alam yang asri mendorong gaya hidup di luar ruangan, dan jaringan komunitas yang inklusif memperkuat suasana tenang dan ramah yang langsung dirasakan pengunjung di sini.

10. Malaysia (1,427)

Malaysia meraih status sepuluh besar GPI-nya melalui perpaduan stabilitas politik, harmoni multikultural, dan kebijakan keamanan yang proaktif. Monarki konstitusional dengan pemisahan kekuasaan yang jelas menghindari konflik antarnegara dan menerapkan sikap diplomatik yang netral, sehingga menurunkan tingkat ancaman eksternal.

Di dalam negeri, tingkat kejahatan dikendalikan oleh kepolisian berbasis komunitas, pengendalian senjata yang ketat, dan jaring pengaman sosial yang kuat yang muncul dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan rendahnya tingkat pengangguran.

Pendidikan inklusif, layanan kesehatan yang hampir universal, dan rasa saling menghormati antaragama menyatukan beragam komunitas Melayu, Tionghoa, India, dan masyarakat adat, mengurangi ketegangan sosial. Jaringan tanggap darurat yang didanai dengan baik dan kemitraan pertahanan regional semakin melindungi warga negara dan pengunjung.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
T1, Inikah Mobil Listrik...
T1, Inikah Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved