Mesir dan Qatar Kecam Komentar Netanyahu tentang Pengusiran Warga Gaza
Sabtu, 06 September 2025 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
“(Mesir) menekankan praktik-praktik ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan merupakan kejahatan perang yang tidak dapat ditoleransi,” ungkap kementerian tersebut.
Pernyataan tersebut menegaskan Mesir tidak akan pernah terlibat dalam praktik-praktik tersebut atau bertindak sebagai perantara bagi pengungsian warga Palestina, dan menggambarkan hal ini sebagai “garis merah” yang tidak dapat dilampaui.
Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam keras pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai, "Perpanjangan dari pendekatan pendudukan dalam melanggar hak-hak saudara-saudara Palestina."
“Kebijakan hukuman kolektif yang dipraktikkan oleh pendudukan terhadap Palestina … tidak akan berhasil memaksa rakyat Palestina meninggalkan tanah mereka atau merampas hak-hak sah mereka,” tegas pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar menekankan perlunya komunitas internasional "bersatu dengan tekad untuk melawan kebijakan-kebijakan ekstremis dan provokatif pendudukan Israel, guna mencegah berlanjutnya siklus kekerasan di kawasan dan penyebarannya ke dunia."
Pernyataan tersebut menegaskan Mesir tidak akan pernah terlibat dalam praktik-praktik tersebut atau bertindak sebagai perantara bagi pengungsian warga Palestina, dan menggambarkan hal ini sebagai “garis merah” yang tidak dapat dilampaui.
Hukuman Kolektif Tidak akan Berhasil
Kementerian Luar Negeri Qatar juga mengecam keras pernyataan Netanyahu, menyebutnya sebagai, "Perpanjangan dari pendekatan pendudukan dalam melanggar hak-hak saudara-saudara Palestina."
“Kebijakan hukuman kolektif yang dipraktikkan oleh pendudukan terhadap Palestina … tidak akan berhasil memaksa rakyat Palestina meninggalkan tanah mereka atau merampas hak-hak sah mereka,” tegas pernyataan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar menekankan perlunya komunitas internasional "bersatu dengan tekad untuk melawan kebijakan-kebijakan ekstremis dan provokatif pendudukan Israel, guna mencegah berlanjutnya siklus kekerasan di kawasan dan penyebarannya ke dunia."
Lihat Juga :