Terungkap, Google Dibayar Rp2,3 Triliun untuk Sebar Narasi Israel selama Genosida Gaza Berlangsung

Jum'at, 05 September 2025 - 13:42 WIB
loading...
A A A
"Kami juga dapat memutuskan untuk meluncurkan kampanye digital...untuk menjelaskan bahwa tidak ada kelaparan," ujar Avichai Edrei, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Kampanye terpisah menargetkan para pengkritik operasi militer Israel di Iran, menyusul kampanye pengeboman udara Israel selama 12 hari yang dikenal sebagai "Operation Rising Lion", yang menewaskan setidaknya 436 warga sipil Iran.

Dokumen-dokumen menunjukkan bahwa kampanye hasbara pemerintahan Netanyahu dirancang untuk mempromosikan serangan sebagai hal yang diperlukan demi keamanan "Israel dan Barat", dengan konten digital ditempatkan di seluruh platform Google dan X.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia, lembaga pemeriksa fakta, dan pejabat PBB telah menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya peran perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat dalam memperkuat penyangkalan dan disinformasi genosida.

Pada bulan Juni, Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese secara langsung menuduh Google mengambil keuntungan dari genosida Gaza. Menurut bocoran internal, salah satu pendiri Google, Sergey Brin, menanggapi dalam sebuah forum karyawan dengan menyebut PBB sebagai "organisasi yang secara transparan antisemit."

Google telah diawasi ketat atas perannya dalam Project Nimbus, sebuah kemitraan cloud computing dengan Amazon yang menyediakan infrastruktur bagi pemerintah Israel, termasuk militer.

Para kritikus mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan yang semakin dalam dengan aparat perang Israel menggarisbawahi keterlibatan Silicon Valley dalam mempertahankan dan melegitimasi kekerasan negara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pilot Jet Tempur F-15...
Pilot Jet Tempur F-15 AS Ungkap Ngerinya Serangan Drone Iran, Bentuk Formasi Ubur-Ubur
Rekomendasi
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved