Putin Ajak Zelensky Bertemu: Datanglah ke Moskow!
Kamis, 04 September 2025 - 11:29 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengajak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bertemu, namun lokasinya di Moskow. Foto/Sputnik
A
A
A
BEIJING - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengajukan tawaran kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk bertemu. Namun lokasi pertemuannya di Moskow.
Ajakan pertemuan oleh Putin itu muncul di tengah upaya perdamaian untuk mengakhiri perang tiga tahun yang terus berlanjut.
Ajakan itu disertai peringatan bahwa Rusia akan terus berperang di Ukraina jika kesepakatan damai tidak dapat dicapai.
Berbicara kepada wartawan di akhir kunjungannya ke China, di mana dia menghadiri parade militer akbar bersama Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Putin mengeklaim bahwa dia tidak pernah mengesampingkan kemungkinan bertemu dengan Zelensky.
Baca Juga: Serangan Drone Laut Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Ukraina
“Donald [Trump] meminta saya untuk pertemuan seperti itu, saya berkata: ‘Ya, itu mungkin, biarkan Zelensky datang ke Moskow’,” kata Putin, mengacu pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Apakah ada gunanya? Kita lihat saja," ujar Putin, seperti dikutip AFP, Kamis (4/9/2025).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menolak tawaran Putin, menyebutnya sebagai undangan yang tidak dapat diterima.
"Setidaknya tujuh negara siap menjadi tuan rumah pertemuan antara para pemimpin Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang," katanya.
"Ini adalah proposal serius dan Presiden Zelensky siap untuk pertemuan semacam itu kapan saja," ujar Sybiga dalam sebuah pernyataan.
"Namun, Putin terus mempermainkan semua orang dengan membuat proposal yang jelas-jelas tidak dapat diterima," paparnya.
Dia menambahkan, "Hanya tekanan yang meningkat yang dapat memaksa Rusia untuk akhirnya serius dalam proses perdamaian."
Berbicara di China, Putin mengeklaim ada secercah harapan di ujung terowongan dalam perang tiga tahun tersebut.
"Menurut saya, jika akal sehat menang, kita akan dapat menyepakati solusi yang dapat diterima untuk mengakhiri konflik ini," ujarnya, sebelum memperingatkan: "Jika tidak, maka kami harus menyelesaikan semua tugas kami secara militer."
Komentarnya muncul ketika pasukan Rusia menembakkan 502 pesawat nirawak dan 24 rudal melintasi perbatasan dalam serangan pada Rabu malam, menurut Angkatan Udara Ukraina.
Serangan itu terutama menargetkan wilayah barat negara itu, mengakibatkan belasan bangunan tempat tinggal rusak dan empat pekerja kereta api terluka.
"Tiga rudal dan 69 pesawat nirawak serang menghantam di 14 lokasi, dan puing-puing proyektil yang jatuh berjatuhan di 14 lokasi," kata Angkatan Udara Ukraina.
Zelensky telah tiba di Paris, di mana dia akan bertemu dengan para pemimpin Eropa pada hari Kamis waktu setempat untuk membantu menengahi berakhirnya perang.
“Sayangnya, kami belum melihat tanda-tanda dari Rusia bahwa mereka ingin mengakhiri perang,” ujarnya kepada wartawan di istana kepresidenan Prancis, seraya menambahkan bahwa dia yakin sekutu Kyiv akan membantu “meningkatkan tekanan pada Rusia untuk bergerak menuju solusi diplomatik”.
Meskipun demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Eropa siap untuk menawarkan jaminan keamanan kepada Ukraina dan rakyat Ukraina pada hari perjanjian damai ditandatangani.
"Kami siap untuk perdamaian yang kuat dan perdamaian abadi bagi Ukraina dan Eropa," kata Macron.
"Pertanyaannya sekarang adalah mengetahui ketulusan Rusia," katanya.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan berbicara dengan Zelensky pada hari Kamis waktu AS.
"Saya akan segera berbicara dengannya, dan saya akan tahu persis apa yang akan kami lakukan. Saya akan berbicara dengannya selama beberapa hari ke depan, dan kita lihat saja nanti," ujarnya kepada wartawan pada hari Rabu dalam pertemuan di Oval Office dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki.
Ajakan pertemuan oleh Putin itu muncul di tengah upaya perdamaian untuk mengakhiri perang tiga tahun yang terus berlanjut.
Ajakan itu disertai peringatan bahwa Rusia akan terus berperang di Ukraina jika kesepakatan damai tidak dapat dicapai.
Berbicara kepada wartawan di akhir kunjungannya ke China, di mana dia menghadiri parade militer akbar bersama Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Putin mengeklaim bahwa dia tidak pernah mengesampingkan kemungkinan bertemu dengan Zelensky.
Baca Juga: Serangan Drone Laut Rusia Tenggelamkan Kapal Perang Ukraina
“Donald [Trump] meminta saya untuk pertemuan seperti itu, saya berkata: ‘Ya, itu mungkin, biarkan Zelensky datang ke Moskow’,” kata Putin, mengacu pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Apakah ada gunanya? Kita lihat saja," ujar Putin, seperti dikutip AFP, Kamis (4/9/2025).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menolak tawaran Putin, menyebutnya sebagai undangan yang tidak dapat diterima.
"Setidaknya tujuh negara siap menjadi tuan rumah pertemuan antara para pemimpin Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang," katanya.
"Ini adalah proposal serius dan Presiden Zelensky siap untuk pertemuan semacam itu kapan saja," ujar Sybiga dalam sebuah pernyataan.
"Namun, Putin terus mempermainkan semua orang dengan membuat proposal yang jelas-jelas tidak dapat diterima," paparnya.
Dia menambahkan, "Hanya tekanan yang meningkat yang dapat memaksa Rusia untuk akhirnya serius dalam proses perdamaian."
Berbicara di China, Putin mengeklaim ada secercah harapan di ujung terowongan dalam perang tiga tahun tersebut.
"Menurut saya, jika akal sehat menang, kita akan dapat menyepakati solusi yang dapat diterima untuk mengakhiri konflik ini," ujarnya, sebelum memperingatkan: "Jika tidak, maka kami harus menyelesaikan semua tugas kami secara militer."
Komentarnya muncul ketika pasukan Rusia menembakkan 502 pesawat nirawak dan 24 rudal melintasi perbatasan dalam serangan pada Rabu malam, menurut Angkatan Udara Ukraina.
Serangan itu terutama menargetkan wilayah barat negara itu, mengakibatkan belasan bangunan tempat tinggal rusak dan empat pekerja kereta api terluka.
"Tiga rudal dan 69 pesawat nirawak serang menghantam di 14 lokasi, dan puing-puing proyektil yang jatuh berjatuhan di 14 lokasi," kata Angkatan Udara Ukraina.
Zelensky telah tiba di Paris, di mana dia akan bertemu dengan para pemimpin Eropa pada hari Kamis waktu setempat untuk membantu menengahi berakhirnya perang.
“Sayangnya, kami belum melihat tanda-tanda dari Rusia bahwa mereka ingin mengakhiri perang,” ujarnya kepada wartawan di istana kepresidenan Prancis, seraya menambahkan bahwa dia yakin sekutu Kyiv akan membantu “meningkatkan tekanan pada Rusia untuk bergerak menuju solusi diplomatik”.
Meskipun demikian, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Eropa siap untuk menawarkan jaminan keamanan kepada Ukraina dan rakyat Ukraina pada hari perjanjian damai ditandatangani.
"Kami siap untuk perdamaian yang kuat dan perdamaian abadi bagi Ukraina dan Eropa," kata Macron.
"Pertanyaannya sekarang adalah mengetahui ketulusan Rusia," katanya.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan berbicara dengan Zelensky pada hari Kamis waktu AS.
"Saya akan segera berbicara dengannya, dan saya akan tahu persis apa yang akan kami lakukan. Saya akan berbicara dengannya selama beberapa hari ke depan, dan kita lihat saja nanti," ujarnya kepada wartawan pada hari Rabu dalam pertemuan di Oval Office dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki.
(mas)
Lihat Juga :