Peru Berjanji Akan Selidiki Pembunuhan Diplomat Indonesia
Rabu, 03 September 2025 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
“Kementerian Luar Negeri akan terus memberikan semua dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh otoritas Indonesia dalam masalah ini dan menegaskan bahwa kejahatan ini akan diselidiki secara menyeluruh,” tulisnya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono juga mengatakan bahwa ia telah melakukan panggilan telepon dengan mitranya dari Peru, Elmer Schialer, untuk mendorong penyelidikan yang ketat atas penembakan tersebut.
“Kami percaya Peru akan memastikan perlindungan tertinggi bagi staf kedutaan, keluarga, & warga negara kami di [negara ini],” tulis Sugiono, yang hanya menggunakan satu nama, di media sosial.
Kepala Kepolisian Nasional Peru, Victor Guivar, berspekulasi di TV Peru bahwa serangan itu bisa jadi merupakan pembunuhan berencana untuk membalas dendam.
“Berdasarkan karakteristik fisik yang kami lihat di kamera pengawas, mereka adalah warga negara asing,” kata Guivar.
Namun, beberapa pejabat Indonesia mengatakan kepada media Peru bahwa mereka meragukan penilaian tersebut, dan menjelaskan bahwa Purba tidak menerima ancaman menjelang penembakan.
Menurut laporan media, Purba telah tinggal di Lima selama sekitar lima bulan bersama istri dan anak-anaknya saat kematiannya.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono juga mengatakan bahwa ia telah melakukan panggilan telepon dengan mitranya dari Peru, Elmer Schialer, untuk mendorong penyelidikan yang ketat atas penembakan tersebut.
“Kami percaya Peru akan memastikan perlindungan tertinggi bagi staf kedutaan, keluarga, & warga negara kami di [negara ini],” tulis Sugiono, yang hanya menggunakan satu nama, di media sosial.
Kepala Kepolisian Nasional Peru, Victor Guivar, berspekulasi di TV Peru bahwa serangan itu bisa jadi merupakan pembunuhan berencana untuk membalas dendam.
“Berdasarkan karakteristik fisik yang kami lihat di kamera pengawas, mereka adalah warga negara asing,” kata Guivar.
Namun, beberapa pejabat Indonesia mengatakan kepada media Peru bahwa mereka meragukan penilaian tersebut, dan menjelaskan bahwa Purba tidak menerima ancaman menjelang penembakan.
Menurut laporan media, Purba telah tinggal di Lima selama sekitar lima bulan bersama istri dan anak-anaknya saat kematiannya.
Lihat Juga :