10 Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Rabu, 03 September 2025 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Hutan di Australia memainkan peran penting dalam keanekaragaman hayati global karena banyak spesies yang endemik, artinya tidak ditemukan di tempat lain.
Namun, Australia juga rawan terhadap kebakaran hutan besar akibat iklim kering dan gelombang panas, seperti yang terjadi pada 2019–2020. Deforestasi untuk pertanian juga menjadi masalah serius di beberapa wilayah.
Indonesia memiliki sekitar 92 juta hektare hutan, terutama hutan hujan tropis di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, rumah bagi orangutan, harimau sumatra, dan burung cendrawasih.
Hutan Indonesia juga menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama di lahan gambut yang luas. Namun, deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit, penebangan kayu, serta kebakaran lahan gambut menjadi ancaman besar bagi kelestarian hutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berusaha menekan laju deforestasi dengan moratorium izin baru di hutan primer dan lahan gambut. Dukungan internasional juga datang untuk mendanai program konservasi.
India memiliki sekitar 72 juta hektare hutan, yang mencakup 21% dari total luas wilayahnya. Hutan India beragam, mulai dari hutan tropis di Kerala hingga hutan konifer di Himalaya.
Hutan India sangat penting karena menopang kehidupan jutaan orang, menyediakan kayu, pakan ternak, hingga obat-obatan tradisional. India juga memiliki banyak satwa liar ikonik seperti gajah Asia, harimau Bengal, dan badak bercula satu.
Meski menghadapi tantangan besar dari urbanisasi dan pertumbuhan populasi, India cukup aktif dalam melakukan program reboisasi dan penghijauan massal.
Peru memiliki sekitar 69 juta hektare hutan, sebagian besar berupa hutan hujan Amazon. Negara ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk spesies burung dan tanaman obat.
Hutan Peru penting bagi kehidupan masyarakat adat yang telah tinggal di dalamnya selama ribuan tahun. Namun, penebangan liar, pertambangan emas ilegal, dan pembangunan infrastruktur telah mengancam kelestarian hutan.
Peru kini berusaha menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan konservasi hutan melalui berbagai program internasional.
Negara-negara dengan hutan terluas di dunia memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem global.
Rusia dan Kanada dengan hutan borealnya, Brasil dan Peru dengan Amazon, Kongo dengan hutan hujan tropisnya, hingga Indonesia dan Australia dengan keanekaragaman hayati unik—semuanya adalah penopang kehidupan di bumi.
Namun, ancaman deforestasi, kebakaran hutan, urbanisasi, serta perubahan iklim terus menghantui keberlangsungan hutan ini.
Oleh karena itu, tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya milik negara pemilik hutan, tetapi juga masyarakat dunia yang bergantung pada paru-paru hijau bumi.
Baca juga: Putri Dubai yang Ceraikan Suami Lewat Instagram Temukan Cinta Lagi, Pamer Cincin Tunangan Rp18 Miliar
Namun, Australia juga rawan terhadap kebakaran hutan besar akibat iklim kering dan gelombang panas, seperti yang terjadi pada 2019–2020. Deforestasi untuk pertanian juga menjadi masalah serius di beberapa wilayah.
8. Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 92 juta hektare hutan, terutama hutan hujan tropis di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, rumah bagi orangutan, harimau sumatra, dan burung cendrawasih.
Hutan Indonesia juga menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama di lahan gambut yang luas. Namun, deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit, penebangan kayu, serta kebakaran lahan gambut menjadi ancaman besar bagi kelestarian hutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia berusaha menekan laju deforestasi dengan moratorium izin baru di hutan primer dan lahan gambut. Dukungan internasional juga datang untuk mendanai program konservasi.
9. India
India memiliki sekitar 72 juta hektare hutan, yang mencakup 21% dari total luas wilayahnya. Hutan India beragam, mulai dari hutan tropis di Kerala hingga hutan konifer di Himalaya.
Hutan India sangat penting karena menopang kehidupan jutaan orang, menyediakan kayu, pakan ternak, hingga obat-obatan tradisional. India juga memiliki banyak satwa liar ikonik seperti gajah Asia, harimau Bengal, dan badak bercula satu.
Meski menghadapi tantangan besar dari urbanisasi dan pertumbuhan populasi, India cukup aktif dalam melakukan program reboisasi dan penghijauan massal.
10. Peru
Peru memiliki sekitar 69 juta hektare hutan, sebagian besar berupa hutan hujan Amazon. Negara ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk spesies burung dan tanaman obat.
Hutan Peru penting bagi kehidupan masyarakat adat yang telah tinggal di dalamnya selama ribuan tahun. Namun, penebangan liar, pertambangan emas ilegal, dan pembangunan infrastruktur telah mengancam kelestarian hutan.
Peru kini berusaha menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan konservasi hutan melalui berbagai program internasional.
Negara-negara dengan hutan terluas di dunia memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan ekosistem global.
Rusia dan Kanada dengan hutan borealnya, Brasil dan Peru dengan Amazon, Kongo dengan hutan hujan tropisnya, hingga Indonesia dan Australia dengan keanekaragaman hayati unik—semuanya adalah penopang kehidupan di bumi.
Namun, ancaman deforestasi, kebakaran hutan, urbanisasi, serta perubahan iklim terus menghantui keberlangsungan hutan ini.
Oleh karena itu, tanggung jawab menjaga hutan bukan hanya milik negara pemilik hutan, tetapi juga masyarakat dunia yang bergantung pada paru-paru hijau bumi.
Baca juga: Putri Dubai yang Ceraikan Suami Lewat Instagram Temukan Cinta Lagi, Pamer Cincin Tunangan Rp18 Miliar
(sya)
Lihat Juga :