Siapa Yossi Cohen? Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu

Selasa, 02 September 2025 - 12:38 WIB
loading...
Siapa Yossi Cohen? Mantan...
Yossi Cohen, mantan kepala Mossad yang menantang PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/X/@LionsOfZion_ORG
A A A
TEL AVIV - Mantan kepala mata-mata Israel , Yossi Cohen, mengumumkan bahwa ia berpotensi menantang Benjamin Netanyahu untuk jabatan perdana menteri dalam pemilihan umum yang dijadwalkan tahun depan. Itu menimbulkan kegaduhan di negara yang terpecah secara politik akibat perang berkepanjangan di Gaza.

Cohen, yang memimpin Mossad dari 2016 hingga 2021, membuat pengumuman tersebut dalam sebuah podcast, di mana ia juga mengisyaratkan kemungkinan pembentukan partai baru untuk menyaingi partai Likud milik Netanyahu.

Netanyahu hampir tidak dapat mempertahankan kekuasaannya di tengah protes massa atas kegagalannya memulangkan sandera Israel meskipun telah melancarkan perang hampir dua tahun di Gaza, yang telah menewaskan hampir 63.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Dikenal karena masa jabatannya yang penuh peristiwa sebagai kepala mata-mata dan peran kuncinya dalam Perjanjian Abraham yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan banyak negara Arab, Cohen tampaknya memanfaatkan kredensial keamanannya untuk memposisikan dirinya sebagai tokoh "pemersatu" dalam masyarakat Israel yang terpecah belah.

Pengumumannya telah diliput secara luas oleh media Israel, yang umumnya menggambarkan langkah tersebut sebagai sesuatu yang telah lama dinantikan.

Siapa Yossi Cohen? Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu

1. Disebut Pemimpin Masa Depan Israel

Wacana publik di media sosial sebagian besar menggemakan laporan media, dengan beberapa pengguna berpendapat bahwa proliferasi kandidat oposisi seperti Cohen secara tidak sengaja dapat mengurangi peluang perubahan koalisi dengan memecah suara. Reaksi beragam, mulai dari "pemimpin masa depan yang luar biasa" hingga "penjual mobil bekas".

Gokhan Batu, seorang analis Israel di Pusat Studi Timur Tengah yang berbasis di Ankara, mengatakan kepada TRT World bahwa militer dan aparat intelijen menempati "status khusus" dalam masyarakat Israel.

"Rekam jejak karier yang solid dan karisma pribadi sering kali memberikan dukungan publik otomatis kepada mantan tentara dan perwira intelijen," kata Batu, dilansir TRT World.

Baca Juga: Tak Disangka, Tujuan RI Kerahkan Sistem Rudal KHAN Bukan Targetkan China tapi...

2. Memiliki Basis Kuat di Kalangan Sayap Kanan

Latar belakang agama Cohen dan aliansi masa lalunya dengan tokoh-tokoh sayap kanan, dikombinasikan dengan penekanannya pada "persatuan", menempatkannya "di antara tengah dan kanan" dalam spektrum politik Israel, menurut Batu.

Mtanes Shehadeh, mantan anggota Knesset, menggemakan sentimen ini, mengatakan kepada TRT World bahwa kredensial keamanan Cohen akan menjadi "aset penting" di arena politik.

“Dalam pola pikir Israel, nama Cohen dikaitkan dengan pencapaian keamanan dan intelijen, terutama dalam menghadapi proyek nuklir Iran,” ujarnya.

Cohen mengklaim bertanggung jawab atas operasi tahun 2018 di mana Mossad mencuri arsip nuklir Iran dari brankas di sebuah gudang di Teheran.

3. Pertama Kalinya Mantan Kepala Mossad Mencalonkan Diri sebagai PM

Tidak seperti beberapa pemimpin militer Israel yang telah beralih ke dunia politik – seperti Benny Gantz, Yitzhak Rabin, atau Ariel Sharon – perpindahan Cohen dari dunia intelijen yang tertutup ke panggung politik menandai perkembangan baru di Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved