Tak Disangka, Tujuan RI Kerahkan Sistem Rudal KHAN Bukan Targetkan China tapi...
Selasa, 02 September 2025 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, rencana pertahanan ibu kota baru ini mengidentifikasi beberapa masalah keamanan inti seperti perbatasan darat Indonesia yang panjang dengan Malaysia, keamanan maritim di dekat Kalimantan (termasuk di Selat Makassar), dan Perjanjian Pertahanan Lima Kekuatan (FPDA), di mana Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris Raya saling berkonsultasi jika terjadi serangan bersenjata terhadap Malaysia atau Singapura.
Lebih lanjut, rencana pertahanan ibu kota baru ini selaras dengan strategi pertahanan nasional Indonesia, yang menekankan modernisasi Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta pengerahan rudal di titik-titik rawan maritim utama.
Oleh karena itu, menurut Yaacob, pengerahan sistem rudal KHAN harus dilihat sebagai bagian dari upaya Jakarta untuk membangun kapabilitas pertahanan guna mengamankan ibu kota masa depan dan lokasi-lokasi strategis di kepulauan Indonesia, serta program modernisasi militer Indonesia yang lebih luas, yang mencakup pengadaan pesawat tempur dan kapal perang canggih baru.
Tidak seperti rudal anti-kapal BrahMos milik Filipina, yang dapat mengancam kapal perang China, KHAN adalah sistem rudal permukaan-ke-permukaan yang dirancang untuk menyerang artileri, sistem pertahanan udara, instalasi radar, dan pusat logistik.
Menurut Yaacob, jika ditempatkan kembali di Pulau Sebatik dekat Kalimantan di perbatasan Malaysia-Indonesia, sistem rudal KHAN dapat menempatkan pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Tawau, Semporna, dan Sandakan di negara bagian Sabah, Malaysia, dalam jangkauannya. Hal ini penting mengingat klaim maritim yang tumpang tindih antara Malaysia dan Indonesia di Laut Ambalat di lepas pantai Sabah, yang juga dekat dengan Kalimantan. Wilayah ini telah menjadi lokasi bentrokan di masa lalu dan ketegangan baru-baru ini.
Yaacob menyatakan sudah jelas bahwa sistem rudal balistik KHAN tidak ditujukan ke China maupun dirancang untuk operasi di Laut China Selatan. Pengerahannya mencerminkan prioritas strategis Jakarta lainnya: melindungi ibu kota masa depan di Kalimantan dan memperkuat posisinya dalam klaim maritim yang tumpang tindih dengan Malaysia.
Lebih lanjut, rencana pertahanan ibu kota baru ini selaras dengan strategi pertahanan nasional Indonesia, yang menekankan modernisasi Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta pengerahan rudal di titik-titik rawan maritim utama.
Oleh karena itu, menurut Yaacob, pengerahan sistem rudal KHAN harus dilihat sebagai bagian dari upaya Jakarta untuk membangun kapabilitas pertahanan guna mengamankan ibu kota masa depan dan lokasi-lokasi strategis di kepulauan Indonesia, serta program modernisasi militer Indonesia yang lebih luas, yang mencakup pengadaan pesawat tempur dan kapal perang canggih baru.
Tidak seperti rudal anti-kapal BrahMos milik Filipina, yang dapat mengancam kapal perang China, KHAN adalah sistem rudal permukaan-ke-permukaan yang dirancang untuk menyerang artileri, sistem pertahanan udara, instalasi radar, dan pusat logistik.
Menurut Yaacob, jika ditempatkan kembali di Pulau Sebatik dekat Kalimantan di perbatasan Malaysia-Indonesia, sistem rudal KHAN dapat menempatkan pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Tawau, Semporna, dan Sandakan di negara bagian Sabah, Malaysia, dalam jangkauannya. Hal ini penting mengingat klaim maritim yang tumpang tindih antara Malaysia dan Indonesia di Laut Ambalat di lepas pantai Sabah, yang juga dekat dengan Kalimantan. Wilayah ini telah menjadi lokasi bentrokan di masa lalu dan ketegangan baru-baru ini.
Yaacob menyatakan sudah jelas bahwa sistem rudal balistik KHAN tidak ditujukan ke China maupun dirancang untuk operasi di Laut China Selatan. Pengerahannya mencerminkan prioritas strategis Jakarta lainnya: melindungi ibu kota masa depan di Kalimantan dan memperkuat posisinya dalam klaim maritim yang tumpang tindih dengan Malaysia.
(mas)
Lihat Juga :