Venezuela Waswas Diinvasi 7 Kapal Perang AS, Maduro Siap Deklarasikan Republik Bersenjata
Selasa, 02 September 2025 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Pengerahan pasukan Washington ini terjadi di tengah desakan Presiden AS Donald Trump untuk menggunakan militer guna menggagalkan kartel narkoba yang dia tuduh sebagai penyebab aliran fentanil dan obat-obatan terlarang lainnya ke komunitas-komunitas AS dan sebagai penyebab kekerasan yang berkelanjutan di beberapa kota AS.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil, mengutip laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan kepada rekan-rekannya di berbagai negara Amerika Latin bahwa pengerahan pasukan maritim AS didasarkan pada "narasi palsu" karena 87% kokain yang diproduksi di Kolombia dikirim melalui Pasifik dan para penyelundup hanya berupaya memindahkan 5% produk mereka melalui Venezuela.
Bolivia dan Kolombia yang terkurung daratan, dengan akses ke Pasifik dan Karibia, merupakan produsen kokain terbesar di dunia.
Gil menambahkan bahwa narasi tersebut "mengancam seluruh kawasan". "Serangan terhadap Venezuela akan benar-benar berarti destabilisasi total di kawasan tersebut," paparnya.
"Mari kita segera menuntut diakhirinya pengerahan pasukan ini, yang tidak memiliki alasan lain selain mengancam kedaulatan rakyat," imbuh dia dalam pertemuan virtual anggota kelompok regional Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia.
Maduro juga menggunakan konferensi persnya untuk menegaskan bahwa dia adalah pemenang sah pemilihan presiden tahun lalu. Namun, bukti yang cukup dan kredibel menunjukkan sebaliknya, yang mendorong beberapa negara, termasuk AS, untuk tidak mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela.
Maduro, yang dilantik untuk masa jabatan enam tahun ketiga pada bulan Januari, menambahkan bahwa pemerintahnya memelihara dua jalur komunikasi dengan pemerintahan Trump, satu dengan Departemen Luar Negeri dan satu lagi dengan utusan Trump untuk misi khusus, Richard Grenell.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil, mengutip laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan kepada rekan-rekannya di berbagai negara Amerika Latin bahwa pengerahan pasukan maritim AS didasarkan pada "narasi palsu" karena 87% kokain yang diproduksi di Kolombia dikirim melalui Pasifik dan para penyelundup hanya berupaya memindahkan 5% produk mereka melalui Venezuela.
Bolivia dan Kolombia yang terkurung daratan, dengan akses ke Pasifik dan Karibia, merupakan produsen kokain terbesar di dunia.
Gil menambahkan bahwa narasi tersebut "mengancam seluruh kawasan". "Serangan terhadap Venezuela akan benar-benar berarti destabilisasi total di kawasan tersebut," paparnya.
"Mari kita segera menuntut diakhirinya pengerahan pasukan ini, yang tidak memiliki alasan lain selain mengancam kedaulatan rakyat," imbuh dia dalam pertemuan virtual anggota kelompok regional Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia.
Maduro juga menggunakan konferensi persnya untuk menegaskan bahwa dia adalah pemenang sah pemilihan presiden tahun lalu. Namun, bukti yang cukup dan kredibel menunjukkan sebaliknya, yang mendorong beberapa negara, termasuk AS, untuk tidak mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela.
Maduro, yang dilantik untuk masa jabatan enam tahun ketiga pada bulan Januari, menambahkan bahwa pemerintahnya memelihara dua jalur komunikasi dengan pemerintahan Trump, satu dengan Departemen Luar Negeri dan satu lagi dengan utusan Trump untuk misi khusus, Richard Grenell.
Lihat Juga :