Apa yang Diinginkan Putin dalam Mengakhiri Krisis Ukraina?

Senin, 01 September 2025 - 20:40 WIB
loading...
Apa yang Diinginkan...
Apa yang sebenarnya diinginkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri krisis Ukraina. Foto/X
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Senin bahwa ia mengupayakan penyelesaian "jangka panjang dan berkelanjutan" untuk krisis Ukraina. Dia menegaskan kembali posisi Moskow bahwa upaya Barat untuk menarik Kyiv ke NATO adalah penyebab di balik perang Rusia-Ukraina.

Upaya Barat ini "merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia," ujar Putin pada KTT ke-25 para pemimpin Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di kota pelabuhan Tianjin, China utara.

Apa yang Diinginkan Putin dalam Mengakhiri Krisis Ukraina?

1. Diselesaikan dengan Solusi Jangka Panjang

Ia mengatakan krisis Ukraina "tidak muncul karena invasi, melainkan karena kudeta di Kyiv," yang ia tuduhkan kepada Barat.

"Kita harus memastikan bahwa krisis Ukraina diselesaikan secara jangka panjang dan berkelanjutan dengan mengatasi akar permasalahannya," tambahnya, dilansir Anadolu.

Baca Juga: Biodata Abu Ubaidah, Jubir Hamas yang Dilaporkan Tewas Diserang Israel

2. Menginginkan Perdamaian di Ukraina

Setelah pertemuan tatap muka bulan lalu dengan Presiden AS Donald Trump di Alaska, Putin mengatakan ia membahas hasil KTT tersebut, yang ia gambarkan sebagai upaya untuk "membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina," dengan Presiden China Xi Jinping.

Rusia akan mengevaluasi proposal China dan India terkait Ukraina, tambahnya.

Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral di Tianjin pada hari Senin.

Rusia melancarkan "operasi militer khusus" terhadap Kyiv pada Februari 2022, dan perang terus berlanjut sejak saat itu, mengakibatkan kematian ribuan orang di perbatasan mereka, sementara jutaan orang mengungsi di Ukraina.

Putin berjanji untuk memberi pengarahan kepada para pemimpin Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), termasuk Xi Jinping dari China dan Narendra Modi dari India, tentang hasil perundingannya di Alaska dengan Presiden AS Donald Trump, yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik Ukraina.

3. Membangun Kesepahaman dengan Rusia

Berbicara pada KTT SCO di Tianjin, China, pada hari Senin, pemimpin Rusia tersebut mengatakan Moskow menghargai upaya dan usulan Beijing, New Delhi, dan mitra strategis lainnya yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan.

Putin menambahkan bahwa ia berharap kesepahaman antara Rusia dan AS yang dicapai di Alaska bulan lalu "juga bergerak ke arah ini, membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina."

Presiden Rusia mengatakan kepada para delegasi bahwa ia "pasti akan memberi tahu rekan-rekannya secara lebih rinci tentang hasil negosiasi di Alaska" selama pertemuan bilateral di KTT tersebut. Putin mengatakan ia telah membahas pembicaraan tersebut dengan Xi dalam jamuan makan malam para pemimpin.

Pemimpin Rusia tersebut menekankan bahwa potensi perjanjian damai Ukraina hanya akan bertahan jika "akar penyebab krisis... [dihilangkan]," dan menambahkan bahwa "keseimbangan keamanan yang adil harus dipulihkan."

Salah satu alasan utama konflik tersebut, tambahnya, adalah "upaya Barat untuk menyeret Ukraina ke NATO, yang merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia."

KTT Rusia-AS berlangsung pada 15 Agustus di Anchorage, menjadi pertemuan tatap muka pertama antara Putin dan Trump sejak presiden AS memulai masa jabatan barunya awal tahun ini. Pembicaraan selama tiga jam tersebut tidak menghasilkan gencatan senjata atau kesepakatan damai formal, tetapi kedua pemimpin menggambarkan pertemuan tersebut sangat produktif.

Setelah perundingan tersebut, Trump mengalihkan fokus dari upaya gencatan senjata segera dalam konflik tersebut menjadi upaya mendorong perjanjian damai yang lebih luas. Ia mengatakan Ukraina tidak dapat berharap untuk bergabung dengan NATO atau merebut kembali Krimea, yang bergabung dengan Rusia setelah referendum publik pada tahun 2014.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved