Terungkap, 'Tim Pemenggal Kepala' Israel Targetkan Para Pemimpin Iran via Ponsel Pengawal Mereka
Senin, 01 September 2025 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
"Menggunakan begitu banyak pengawal adalah kelemahan yang kami paksakan kepada mereka, dan kami dapat memanfaatkannya," kata seorang pejabat pertahanan Israel.
Iran telah lama mencurigai Israel melacak ponsel dan melarang pejabat di posisi sensitif menggunakannya setelah "serangan pager" Israel terhadap Hizbullah, tetapi larangan tersebut tidak berlaku untuk para pengawal.
Pada hari pertama perang terbuka dengan Israel, para pengawal hanya diperbolehkan membawa walkie-talkie, tetapi satu atau lebih melanggar aturan tersebut menjelang pertemuan 16 Juni, yang menyebabkan serangan yang hampir menewaskan presiden, kata sumber Zionis Israel tersebut.
Menjelang pertemuan tersebut, Israel telah membunuh beberapa pakar nuklir paling cemerlang Iran sebagai bagian dari "Operasi Narnia" untuk mencegah rezim Teheran membangun kembali program nuklirnya setelah serangan dahsyat terhadap fasilitas-fasilitas utama.
Apa yang disebut "Tim Pemenggal Kepala" telah melacak mereka sejak 2022. Ponsel para pengawal mereka membantu Israel menargetkan mereka semua, imbuh laporan itu, Senin (1/9/2025).
Pembunuhan yang ditargetkan tersebut memicu kampanye penangkapan massal di seluruh Iran karena rezim Teheran khawatir bahwa masyarakat telah disusupi oleh mata-mata Israel. Awal bulan ini, para pejabat mengakui sebanyak 21.000 “tersangka”—termasuk pejabat tinggi—ditangkap selama perang.
Iran telah lama mencurigai Israel melacak ponsel dan melarang pejabat di posisi sensitif menggunakannya setelah "serangan pager" Israel terhadap Hizbullah, tetapi larangan tersebut tidak berlaku untuk para pengawal.
Pada hari pertama perang terbuka dengan Israel, para pengawal hanya diperbolehkan membawa walkie-talkie, tetapi satu atau lebih melanggar aturan tersebut menjelang pertemuan 16 Juni, yang menyebabkan serangan yang hampir menewaskan presiden, kata sumber Zionis Israel tersebut.
Menjelang pertemuan tersebut, Israel telah membunuh beberapa pakar nuklir paling cemerlang Iran sebagai bagian dari "Operasi Narnia" untuk mencegah rezim Teheran membangun kembali program nuklirnya setelah serangan dahsyat terhadap fasilitas-fasilitas utama.
Apa yang disebut "Tim Pemenggal Kepala" telah melacak mereka sejak 2022. Ponsel para pengawal mereka membantu Israel menargetkan mereka semua, imbuh laporan itu, Senin (1/9/2025).
Pembunuhan yang ditargetkan tersebut memicu kampanye penangkapan massal di seluruh Iran karena rezim Teheran khawatir bahwa masyarakat telah disusupi oleh mata-mata Israel. Awal bulan ini, para pejabat mengakui sebanyak 21.000 “tersangka”—termasuk pejabat tinggi—ditangkap selama perang.
(mas)
Lihat Juga :