Siapa Ahmed al-Rahawi? PM Houthi Yaman yang Tewas Dibom Israel
Senin, 01 September 2025 - 04:55 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai perdana menteri, al-Rahawi menjadi wajah utama proyek politik Houthi, menyeimbangkan kesetiaan kesukuan dengan ideologi kelompok yang berpihak pada Iran. Ia sering memuji gerakan perlawanan di seluruh Timur Tengah, termasuk Hizbullah di Lebanon, menggambarkannya sebagai simbol perlawanan terhadap apa yang disebutnya "musuh Zionis".
Israel menggambarkan operasi tersebut sebagai respons yang diperlukan terhadap serangan Houthi di jalur pelayarannya dan serangan pesawat nirawak yang dilancarkan dari Yaman. Kematiannya diperkirakan akan semakin mengguncang keseimbangan politik Yaman yang sudah rapuh dan mengintensifkan perang proksi regional yang melibatkan Israel, Iran, dan Arab Saudi.
Kematiannya menggarisbawahi bagaimana perang Yaman telah menjadi tak terpisahkan dari konflik Timur Tengah yang lebih luas, yang menghubungkan nasib Sanaa dengan Teheran, Riyadh, Tel Aviv, dan sekitarnya. Kekosongan yang ditinggalkan oleh kematiannya dapat memicu perebutan kekuasaan internal di dalam tubuh Houthi, sekaligus memperkeras sikap mereka terhadap Israel.
4. Kematiannya Mengguncang Politik Yaman
Pada 28 Agustus 2025, jet tempur Israel melakukan serangan udara di Sanaa, yang menargetkan para pemimpin senior Houthi. Menurut laporan, Ahmed al-Rahawi tewas dalam salah satu serangan tersebut bersama beberapa rekannya.Israel menggambarkan operasi tersebut sebagai respons yang diperlukan terhadap serangan Houthi di jalur pelayarannya dan serangan pesawat nirawak yang dilancarkan dari Yaman. Kematiannya diperkirakan akan semakin mengguncang keseimbangan politik Yaman yang sudah rapuh dan mengintensifkan perang proksi regional yang melibatkan Israel, Iran, dan Arab Saudi.
5. Bisa Memicu Perebutan Kekuasaan Internal di Houthi
Kematian Ahmed al-Rahawi menyingkirkan seorang pemimpin politik kunci yang telah berupaya memberikan struktur administratif kepada pemerintahan Houthi. Meskipun masa jabatannya sebagai perdana menteri hanya berlangsung setahun lebih, ia mewakili upaya Houthi untuk menampilkan diri sebagai otoritas pemerintahan yang sah.Kematiannya menggarisbawahi bagaimana perang Yaman telah menjadi tak terpisahkan dari konflik Timur Tengah yang lebih luas, yang menghubungkan nasib Sanaa dengan Teheran, Riyadh, Tel Aviv, dan sekitarnya. Kekosongan yang ditinggalkan oleh kematiannya dapat memicu perebutan kekuasaan internal di dalam tubuh Houthi, sekaligus memperkeras sikap mereka terhadap Israel.
(ahm)
Lihat Juga :