Demo Ricuh di Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Kedutaan Asing Keluarkan Imbauan

Minggu, 31 Agustus 2025 - 06:23 WIB
loading...
Demo Ricuh di Indonesia...
Demo ricuh di Indonesia jadi sorotan dunia, termasuk pembakaran kantor DPRD Makassar yang tewaskan tiga orang. Foto/SINDOnews.com/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Amuk massa di berbagai daerah di Indonesia telah menjadi sorotan media-media internasional. Rata-rata media asing memberitakan kematian tiga orang dalam aksi pembakaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di beberapa wilayah.

Media Australia, ABC, misalnya mengangkat judul laporan berbunyi: "Three dead after angry mob sets fire to parliament building in Indonesia [Tiga orang tewas setelah massa yang marah membakar gedung Parlemen di Indonesia]".

Media Amerika Serikat, AP dan New York Post, masing-masing menulis judul: "At least 3 dead after mob sets fire to Indonesian regional parliament building" dan "3 dead after mob sets fire to Indonesian regional parliament building" dalam pemberitaan utama mereka. Laporan itu juga sama-sama menyoroti kematian tiga orang saat massa membakar gedung Parlemen daerah di Indonesia.

Baca Juga: Penampakan Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa

Media-media Asia juga menulis pemberitaan serupa. Selain tiga orang tewas, lima orang lainnya dirawat di rumah sakit.

Pembakaran gedung Parlemen daerah terjadi di Makassar (Sulawesi Selatan) dan Bandung (Jawa Barat).

Bentrokan antara polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa pecah di beberapa kota di Indonesia sejak Jumat, termasuk di Medan, Solo, Yogyakarta, Magelang, Malang, Bengkulu, Pekanbaru, dan Manokwari di wilayah paling timur Papua.

Di Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, para pengunjuk rasa menyerbu markas polisi daerah setelah menghancurkan pagar dan membakar kendaraan.

Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan meriam air, tetapi para demonstran melawan balik dengan kembang api dan pentungan kayu.

Kedutaan besar asing di Jakarta, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Asia Tenggara, telah mengimbau warga negara mereka di Indonesia untuk menghindari area demonstrasi atau pertemuan publik yang besar.

Ketenangan sebagian besar telah terjadi di Jakara pada hari Sabtu ketika pihak berwenang membersihkan mobil-mobil yang terbakar, kantor polisi, dan halte bus yang dibakar oleh para pengunjuk rasa yang marah.

Lima hari protes kemarahan dimulai di Jakarta pada hari Senin, dipicu oleh laporan bahwa 580 politisi DPR akan menerima tunjangan perumahan bulanan sebesar Rp50 juta di samping gaji mereka.

Tunjangan tersebut, yang diperkenalkan tahun lalu, hampir 10 kali lipat dari upah minimum Jakarta.

Para kritikus berpendapat bahwa tunjangan baru ini tidak hanya berlebihan tetapi juga tidak sensitif di saat kebanyakan orang bergulat dengan melonjaknya biaya hidup dan pajak serta meningkatnya pengangguran.

Protes semakin meluas dan semakin keras setelah kematian pengemudi ojek online berusia 21 tahun, Affan Kurniawan.

Affan Kurniawan sedang menyelesaikan pesanan pengiriman makanan ketika dia terjebak dalam bentrokan demonstran dan pasukan polisi.

Protes menyebar di berbagai wilayah di Indonesia setelah Affan Kurniawan tewas digilas mobil taktis Brigade Mobil (Brimob) Polri. Presiden Prabowo Subianto dan beberapa pejabat tinggi ramai-ramai mendatangi keluarga korban untuk berbelasungkawa.

Menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Sekitar 950 orang ditangkap dalam demonstrasi di Jakarta saja hingga hari Kamis.

Pihak berwenang mengatakan sekitar 25 petugas polisi dirawat di rumah sakit dengan luka serius setelah diserang oleh pengunjuk rasa di Jakarta.

Amnesty International mengkritik pemerintah Indonesia pada hari Sabtu, dengan mengatakan bahwa pemerintah menekan kebebasan berbicara dengan tindakan keras terhadap protes publik.

"Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawa karena menggunakan haknya untuk berunjuk rasa," kata Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia.

"Pihak berwenang harus segera dan tanpa syarat membebaskan siapa pun yang ditahan semata-mata karena menjalankan hak mereka," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Berita Terkini
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved