Dimusuhi AS, Modi Dekati Xi Jinping dan Putin
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 17:35 WIB
loading...
India dekati China dan Rusia. Foto/Sputnik
A
A
A
BEIJING - Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Tianjin. Itu sebagai langkah untuk mendekati China dan Rusia ketika AS memusuhi India.
Modi mengunjungi China pada hari Sabtu untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara ke-25 KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Dalam sebuah unggahan di X, Modi mengatakan India telah memainkan "peran aktif dan konstruktif" di SCO.
"India akan terus bekerja sama dengan anggota SCO untuk mengatasi berbagai tantangan bersama," ujarnya, dilansir RT. "Saya juga akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Presiden Putin, dan para pemimpin lainnya selama KTT."
SCO adalah blok keamanan internasional yang didirikan pada tahun 2001 oleh China, Rusia, Tajikistan, Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. India dan Pakistan menjadi anggota penuh pada Juli 2023. Kelompok ini sekarang memiliki 10 anggota, termasuk Iran dan Belarus.
Kunjungan Modi ke China terjadi di saat hubungan India-AS sedang tegang akibat tarif 50% yang diberlakukan Washington atas impor India.
Baca Juga: Presiden Komisi Eropa Sebut Presiden Putin sebagai Predator, Ini 3 Alasannya
AS mengenakan tarif 25% kepada India pada awal Agustus setelah perundingan kesepakatan perdagangan gagal. Tarif 25% tambahan dikenakan kepada New Delhi sebagai penalti minggu ini, setelah India menolak untuk berhenti membeli minyak Rusia.
Hubungan New Delhi dengan Beijing telah membaik sejak Oktober 2024 ketika Modi dan Xi mengadakan pembicaraan di sela-sela KTT BRICS di Kazan. Hubungan kedua negara menegang setelah bentrokan perbatasan tahun 2020 yang merenggut nyawa tentara kedua belah pihak.
China dengan tegas mendukung India atas tarif AS. "AS telah mengenakan tarif hingga 50% terhadap India dan mengancam akan mengenakan lebih banyak lagi," ujar Duta Besar China di New Delhi, Xu Feihong, pekan lalu.
China dengan tegas menentangnya. Dalam menghadapi tindakan semacam itu, diam atau berkompromi hanya akan membuat para penindas semakin berani. China akan berdiri teguh bersama India."
Para pejabat tinggi dari Moskow, Beijing, dan New Delhi juga telah berbicara tentang menghidupkan kembali format trilateral Rusia-India-Tiongkok (RIC), di mana para menteri luar negeri ketiga negara bertemu.
Modi mengunjungi China pada hari Sabtu untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara ke-25 KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Dalam sebuah unggahan di X, Modi mengatakan India telah memainkan "peran aktif dan konstruktif" di SCO.
"India akan terus bekerja sama dengan anggota SCO untuk mengatasi berbagai tantangan bersama," ujarnya, dilansir RT. "Saya juga akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Presiden Putin, dan para pemimpin lainnya selama KTT."
SCO adalah blok keamanan internasional yang didirikan pada tahun 2001 oleh China, Rusia, Tajikistan, Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. India dan Pakistan menjadi anggota penuh pada Juli 2023. Kelompok ini sekarang memiliki 10 anggota, termasuk Iran dan Belarus.
Kunjungan Modi ke China terjadi di saat hubungan India-AS sedang tegang akibat tarif 50% yang diberlakukan Washington atas impor India.
Baca Juga: Presiden Komisi Eropa Sebut Presiden Putin sebagai Predator, Ini 3 Alasannya
AS mengenakan tarif 25% kepada India pada awal Agustus setelah perundingan kesepakatan perdagangan gagal. Tarif 25% tambahan dikenakan kepada New Delhi sebagai penalti minggu ini, setelah India menolak untuk berhenti membeli minyak Rusia.
Hubungan New Delhi dengan Beijing telah membaik sejak Oktober 2024 ketika Modi dan Xi mengadakan pembicaraan di sela-sela KTT BRICS di Kazan. Hubungan kedua negara menegang setelah bentrokan perbatasan tahun 2020 yang merenggut nyawa tentara kedua belah pihak.
China dengan tegas mendukung India atas tarif AS. "AS telah mengenakan tarif hingga 50% terhadap India dan mengancam akan mengenakan lebih banyak lagi," ujar Duta Besar China di New Delhi, Xu Feihong, pekan lalu.
China dengan tegas menentangnya. Dalam menghadapi tindakan semacam itu, diam atau berkompromi hanya akan membuat para penindas semakin berani. China akan berdiri teguh bersama India."
Para pejabat tinggi dari Moskow, Beijing, dan New Delhi juga telah berbicara tentang menghidupkan kembali format trilateral Rusia-India-Tiongkok (RIC), di mana para menteri luar negeri ketiga negara bertemu.
(ahm)
Lihat Juga :