Turki Setop Perdagangan, Tutup Pelabuhan, dan Wilayah Udara untuk Israel

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:30 WIB
loading...
Turki Setop Perdagangan,...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan. Foto/anadolu
A A A
ANKARA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan menegaskan kembali "berbagai langkah multilateral" yang diambil Istanbul terhadap Israel. Beberapa langkah itu termasuk pemutusan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara akibat genosida yang sedang berlangsung di Gaza.

"Kami menghentikan perdagangan dengan Israel, kami menutup pelabuhan untuk kapal-kapal Israel, dan kami tidak mengizinkan kapal-kapal Turki memasuki pelabuhan Israel," ujar Fidan dalam sidang luar biasa parlemen Turki pada hari Jumat (29/8/2025).

Ia juga mengatakan, "Tidak ada negara lain yang sepenuhnya menghentikan perdagangannya dengan Israel."

Dia menambahkan, “Kapal kontainer yang membawa senjata ke Israel tidak diizinkan di pelabuhan kami atau terbang di wilayah udara kami."

Fidan menekankan, “Israel telah melakukan genosida di Gaza selama dua tahun terakhir, mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dasar tepat di depan mata dunia."

Babak Tergelap dalam Sejarah Manusia


Dengan lebih dari 63.000 warga Palestina di Gaza yang terbunuh sejak Oktober 2023, Fidan mengatakan, “Kekejaman yang dilakukan di Gaza telah tercatat sebagai salah satu bab tergelap dalam sejarah manusia.”

Menteri Luar Negeri mencatat Turki menentang usulan apa pun yang membayangkan pengusiran warga Palestina dari Gaza, menyebut rencana tersebut “tidak sah.”

Fidan menggambarkan perlawanan Palestina sebagai perjuangan yang “akan mengubah jalannya sejarah, menjadi simbol bagi kaum tertindas, dan mengguncang fondasi tatanan yang sedang runtuh.”

Ia juga memperingatkan serangan Israel yang sedang berlangsung mengancam untuk menghancurkan seluruh wilayah, dengan mengatakan, “Serangan sembrono Israel terhadap Gaza, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Iran adalah tanda paling jelas dari mentalitas negara teroris yang menentang tatanan internasional.”

Ancaman Regional


Lebih lanjut, Fidan memperingatkan perkembangan terbaru menegaskan Israel ingin menduduki seluruh wilayah Palestina, dan para menteri serta pemukim ekstremis berusaha meningkatkan ketegangan dengan menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Ia merujuk pada upaya berkelanjutan Turki bersama Qatar dan Mesir untuk menemukan solusi atas situasi tersebut.

Kantor berita Anadolu melaporkan selama sidang tersebut, Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus juga menyerukan "langkah konkret" terhadap Israel, termasuk menangguhkan keanggotaannya di organisasi internasional seperti PBB, hingga Israel meninggalkan "kebijakan genosida".

Menurut The Jerusalem Post, pernyataan Fidan menyusul laporan otoritas pelabuhan Turki "telah mulai secara informal mewajibkan agen pelayaran untuk memberikan surat yang menyatakan kapal-kapal tersebut tidak terkait dengan Israel dan tidak membawa kargo militer atau berbahaya yang menuju negara tersebut."

"Sumber-sumber tersebut mengatakan kantor kepala pelabuhan telah secara lisan menginstruksikan agen pelabuhan untuk memberikan jaminan tertulis, seraya menambahkan tidak ada surat edaran resmi mengenai masalah ini," ungkap pernyataan laporan tersebut.

Baca juga: AS akan Cabut Visa Anggota PLO dan Otoritas Palestina Jelang Sidang Umum PBB 2025
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved