Dicekik Tarif Trump, PM India Modi akan Berunding dengan Xi Jinping dan Putin di China
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:15 WIB
loading...
Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Foto/Sputnik/Sergey Bobylev
A
A
A
NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengatakan ia akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di Tianjin, China. Modi akan mengunjungi China pada hari Sabtu (30/8/2025) untuk menghadiri pertemuan Dewan Kepala Negara ke-25 dalam KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Dalam unggahan di X, Modi mengatakan India telah memainkan "peran aktif dan konstruktif" di SCO.
"India akan terus bekerja sama dengan anggota SCO untuk mengatasi berbagai tantangan bersama," ujarnya.
Dia menjelaskan, "Saya juga akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Presiden Putin, dan para pemimpin lainnya selama KTT tersebut."
SCO adalah blok keamanan internasional yang didirikan pada tahun 2001 oleh China, Rusia, Tajikistan, Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. India dan Pakistan menjadi anggota penuh pada Juli 2023.
Kelompok ini sekarang beranggotakan 10 negara, termasuk Iran dan Belarusia. Kunjungan Modi ke China terjadi di saat hubungan India-AS sedang tegang akibat tarif 50% yang diberlakukan Washington atas impor India.
AS mengenakan tarif 25% kepada India pada awal Agustus setelah perundingan kesepakatan perdagangan gagal.
Tarif 25% tambahan diberlakukan kepada New Delhi sebagai hukuman pekan ini, setelah India menolak untuk berhenti membeli minyak Rusia.
Hubungan New Delhi dengan Beijing telah membaik sejak Oktober 2024 ketika Modi dan Xi mengadakan pembicaraan di sela-sela KTT BRICS di Kazan.
Hubungan sempat tegang setelah bentrokan perbatasan tahun 2020 yang merenggut nyawa tentara dari kedua belah pihak.
China dengan tegas mendukung India atas tarif AS. "AS telah mengenakan tarif hingga 50% kepada India dan mengancam akan mengenakan lebih banyak lagi," ujar Duta Besar China di New Delhi, Xu Feihong, pekan lalu.
China dengan tegas menentangnya. “Dalam menghadapi tindakan semacam itu, diam atau berkompromi hanya akan membuat si penindas semakin berani. China akan berdiri teguh bersama India,” tegas dia.
Pejabat tinggi dari Moskow, Beijing, dan New Delhi juga telah berbicara tentang menghidupkan kembali format trilateral Rusia-India-China (RIC), di mana para menteri luar negeri ketiga negara bertemu.
Baca juga: AS akan Cabut Visa Anggota PLO dan Otoritas Palestina Jelang Sidang Umum PBB 2025
Dalam unggahan di X, Modi mengatakan India telah memainkan "peran aktif dan konstruktif" di SCO.
"India akan terus bekerja sama dengan anggota SCO untuk mengatasi berbagai tantangan bersama," ujarnya.
Dia menjelaskan, "Saya juga akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping, Presiden Putin, dan para pemimpin lainnya selama KTT tersebut."
SCO adalah blok keamanan internasional yang didirikan pada tahun 2001 oleh China, Rusia, Tajikistan, Kirgistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan. India dan Pakistan menjadi anggota penuh pada Juli 2023.
Kelompok ini sekarang beranggotakan 10 negara, termasuk Iran dan Belarusia. Kunjungan Modi ke China terjadi di saat hubungan India-AS sedang tegang akibat tarif 50% yang diberlakukan Washington atas impor India.
AS mengenakan tarif 25% kepada India pada awal Agustus setelah perundingan kesepakatan perdagangan gagal.
Tarif 25% tambahan diberlakukan kepada New Delhi sebagai hukuman pekan ini, setelah India menolak untuk berhenti membeli minyak Rusia.
Hubungan New Delhi dengan Beijing telah membaik sejak Oktober 2024 ketika Modi dan Xi mengadakan pembicaraan di sela-sela KTT BRICS di Kazan.
Hubungan sempat tegang setelah bentrokan perbatasan tahun 2020 yang merenggut nyawa tentara dari kedua belah pihak.
China dengan tegas mendukung India atas tarif AS. "AS telah mengenakan tarif hingga 50% kepada India dan mengancam akan mengenakan lebih banyak lagi," ujar Duta Besar China di New Delhi, Xu Feihong, pekan lalu.
China dengan tegas menentangnya. “Dalam menghadapi tindakan semacam itu, diam atau berkompromi hanya akan membuat si penindas semakin berani. China akan berdiri teguh bersama India,” tegas dia.
Pejabat tinggi dari Moskow, Beijing, dan New Delhi juga telah berbicara tentang menghidupkan kembali format trilateral Rusia-India-China (RIC), di mana para menteri luar negeri ketiga negara bertemu.
Baca juga: AS akan Cabut Visa Anggota PLO dan Otoritas Palestina Jelang Sidang Umum PBB 2025
(sya)
Lihat Juga :